MOS dan SENIORITAS..

By Ivy Riyanto

Apa sih sebenarnya MOS (Masa Orientasi Studi)? Ada gak yang bisa jelasin? Ada gak manfaatnya? Ada gak pengaruhnya buat nyari kerja nanti?
Apa sih artinya senior? Apa sih tugas senior mustinya? Ada gak manfaatnya buat nyari kerja nanti..?

mos

Capek sudah rasanya mendengar mengenai penyelenggaraan MOS yg direstui oleh DIKNAS. Kalo cuma sekedar memberikan informasi mengenai sekolah tanpa menimbulkan rasa sakit di hati dan luka di badan serta trauma di kemudian hari, saya dan semua orangtua murid lainnya mungkin akan sangat setuju.
Tapi kalau akhirnya yang timbul hanyalah dendam untuk membalas kepada adik kelas yang akan masuk di tahun kemudian atau trauma yang menyebabkan seseorang pindah sekolah, atau lebih jelek lagi TIDAK MAU sekolah lagi, apa coba untungnya? Lebih parah lagi, apa untungnya kalau sang siswa baru bahkan tidak sempat mencicipi sekolah barunya karena tewas saat MOS…..

Saat ini bahkan MOS sudah ada sejak tingkat Sekolah Menengah Pertama. Anak2 kecil yang nota bene masih baru lepas dari ketek ibunya dijadikan bahan mainan oleh kakak kelas yg sebenarnya juga belum tumbuh kembang betul otaknya. Apa sih bahagianya membentak orang? Apa sih bangganya bisa menyuruh orang melakukan perbuatan tolol demi diterima lingkungan? Heran…betul-betul heran…hal semacam ini dibiarkan saja oleh Departemen Pendidikan Nasional, baik pusat maupun propinsi. Lihat anak2 SMA sekarang…coba lihat dan akui bahwa kepala sekolah, guru2, orang tua murid dan terutama DepDikNas telah berbuat salah dengan membiarkan MOS dan Senioritas terus berlangsung.

Tidak hanya di sekolah Negeri….. di sekolah swasta hal semacam ini pun terjadi. Lebih menyesakkan lagi sampai ke daerah terpencil, kota kecilpun terjadi senioritas salah juntrungan. Junior tidak boleh jajan di kantin selama setahun, Junior harus menunduk sewaktu melewati kakak kelas, Junior harus memangkas rambut hingga mendekati botak (jika laki2). Junior tidak boleh pakai rok yang pas sementara sang senior mengenakan rok yg untuk berjalanpun susah. Kenapa sekolah tidak bisa menerapkan disiplin ygn berlaku bagi semua murid, tidak perduli apakah itu kelas satu, dua atau tiga. Sudah ada rok standar, tapi sekolah tidak berani menegur anak2 perempuan dengan rok putri duyung ataupun anak2 lelaki dengan celana Michael Jackson. KENAPA? Karena mereka kelas tiga? Bukankah seharusnya kakak kelas memberi contoh yang baik dan benar? Dari kecil kita mengajarkan pada anak agar sang kakak menjadi suri tauladan bagi adik. Namun lain ceritanya disini.. Sang kakak adalah PENGUASA. DIKTATOR yg tidak bisa dituntut, apalagi jika sang kakak anak pejabat… (???)

Sarana EX-SCHOOL. Kenapa sekolah tidak mengawasi? Mengapa semua dilepas? Sadarkah sekolah bahwa ex-school menjadi ajang senioritas yang bisa cukup kejam? Benci sekali rasanya mendengar kata SENIORITAS!!!! Dari dahulu saya tidak pernah menyukai segala macam bentuk OSPEK, POSMA, MOS atau apapun itu namanya. Apakah ini tidak pernah akan berakhir? Apakah tidak ada yang bisa berbuat sesuatu…..?

About -dN5
Here I am........

5 Responses to MOS dan SENIORITAS..

  1. Dissa says:

    Hmmm,…
    Mungkin ini sudah budaya, dan identitas dunia pendidikan diindonesia kali ya, yang mana yg junior setela menjadi senior menurunkan tradisi yg pernah dialaminya ketika jadi junior. Dia membalas perlakuan yg pernah dia terima dari seniornya ke juniornya.

    Ini sudah menjadi Karakter yg sulit di Rubah,.

  2. Eiowa says:

    Hapus saja MOS itu ! memangnya dunia pelajar kita ini mau dijadikan dunia preman ! inilah yang membentuk bangsa kita ini menjadi bangsa yang kejam … bohong kalau ada yang mengatakan bangsa yang ramah ! yang benar terciptanya kelompok2 preman mulai dari kalangan bawah sampai tingkat elite … ini gara2 pendidikan kita yang menghalalkan pendidikan gaya preman yang sok kemiliter-militeran. Gaya pendidikan seperti itu membuat manusia yang bangga menindas manusia yang di bawahnya, yang lebih lemah darinya, yang lebih miskin darinya … dan akhirnya menciptakan dendam bagi si tertindas. Maka akan tercipta juga orang2 berjiwa kerdil penuh dendam, penuh dengki …
    Mau jadi apa bangsa kita ini ? Bangsa besar atau bangsa kerdil ? ya itulah Indonesia ku …

  3. Yonke says:

    Premanisme… Budaya Centeng dan Cukong… Militerialisasi… dsb !!
    Masih ingatkah para Ortu, Guru, Pengurus Sekolah, dan Murid (yg mana aja!) waktu mereka menyumpahi STPDN di Bandung…????? Eeeehhh koq MOS yg jelas-jelas embrio-nya malah dibiarkan !!
    Siapa tahu yg jadi JAGAL di STPDN itu balas dendam karena di SMP/SMU-nya mereka pernah DISIKSA habis-habisan….
    Buat Ortu-ortu yang kemarin dengan senyumnya mengantar anaknya ke sekolah di hari pertama untuk MOS… MALU DONK !! MUSTINYA GAK USAH DIANTAR KESEKOLAHNYA!! SAMA AJA DENGAN MENGANTARNYA KE MULUT BUAYA!

  4. Nanang says:

    Jd inget masa2 MOS SMA dulu….Di suruh pake Topi dari wadah besek,,terus pake tas kresek,,jalan di pasar sambil cengar-cengir, ngamen ,,udah kayak orang gila ajah…hikhik…suruh jebur di got,,Beli Rokok 1 bungkus di kasih duit cm Rp500….Waduuuh lengkap bener penderitaan gw….tp yg paling b’kesan pas waktu ngamen..dapet duit lumayan banyak…lumayan bisa buat transpot & makan bareng temen2…hehehe….Lucu jg yah….!!!

    Seharusnya MOS jangan dijadikan ajang bagi SENIOR2 untuk ngerjain junior2nya,,hapus SENIORITAS & JUNIORITAS,,,karena kita punya hak yg sama kok….klo gw kasih saran sih…

    MOS itu harusnya lebih mengutamakan rasa Persahabatan,,Kebersamaan,,dan Persamaan antara Senior & Juniornya..kayaknya lebih Indah dengernya…..

    Bukan dengan KEKERASAN…..

  5. tuti sastrowidjojo says:

    MOS sebagai masa utk pengenalan anak baru dan “mungkin” agar anak baru menghormati seniornya ,caranya tidak harus dgn kasar.Teman saya ada yg mengadukan masalah ini ke komnas anak,krn merasa kepsek tidak dpt berbuat apa2.Saya sekedar sharing pengalaman saja,anak saya sekolah disalah satu sekolah swasta di jakarta selatan ,kami para orang tua mempunyai komunitas IOM, dan setiap angkatan dari siswa para ortu membuat milis dimana dpt mengeluarkan saran dan kritik kpd yayasan dan perguruan.Jadi apabila ada kejadian yg kurang berkenan terhadap anak kita atau terhadap kita sbg ortu bisa langsung dibicarakan dan diambil jalan keluarnya,termasuk perilaku guru terhadap anak kita.Disamping itu kami orangtua jadi saling mengenal dekat dan bisa saling memberi masukan.
    Banyak kegiatan ekskul yg menangani adalah orangtua murid,yg pastinya disini krn ingin yg terbaik utk anaknya maka kegiatanpun dijalankan dgn sesempurna mungkin dgn biaya seirit mungkin he he).
    Bahkan ortu menilai juga kebersihan sekolah,sampai pengadaan air minum.
    Mengenai masalah tata tertib dan seragam, ini sebenarnya tanggung jawab dari perguruan utk menegakkan disiplin dgn aturan yg sudah jelas dan disepakati bersama.Karena anak saya begitu ketakutannya bila salah dalam berpakaian dan bila rambut panjang melebihi kerah (utk laki2).Dan pengalaman sayapun demikian waktu smp dan sma,panjang rok 5 cm dibawah lutut (saya sekolah disalah satu sekolah negeri di bdg).Bahkan ketika kuliahpun cara berpakaian masih dinilai oleh para dosen.

    Kadang saya ingat dulu waktu kita sekolah kayanya ortu kita ga usah repot2 urusin masalah kita disekolah,tapi jaman sudah berubah…kita sbg orangtua ikut andil dalam segala kegiatan anak disekolah maupun diluar sekolah.

    Mba Ivy,saya ga tau bagaimana athmosphir disekolah anak mba,tapi kalo boleh saya kasih saran,coba bicarakan masalah ini dgn para orangtua lainnya dan bersama sama bicara sgala masalah yg menjadi ganjalan ke perguruan, bagaimana mengatasi masalah ini bersama sama,apa salah kita dobrak “tradisi ” yg merugikan dan tidak ada untungnya.
    Saran saya orangtua harus kompak,akan susah kalau bergerak sendiri.
    Gitu loh mba sharing dariku….maaf ya kalo ada kata2 yg ga berkenan.
    Mudah2an bisa menjadi masukan,kalo mba Ivy mau sharing ama aku,dengan senang hati lho aq terima,ketok aja inboxku di FB ya mba….,ok keep in touch ya
    Wassalam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: