Gempa lagi, 6.4 SR.. Mengapa jadi paranoid…??

Warga berhamburan keluar rumah dan gedung dengan panik. Sebagian malah tidak memakai alas kaki.

Warga berhamburan keluar rumah dan gedung dengan panik. Sebagian malah tidak memakai alas kaki.

Hari ini seperti biasa Budi membenahi barang-barang kerjanya di kantor, karena dia melihat sebentar lagi jam kerja akan berakhir. Komputernya masih menyala dan masih aktif saat baru browsing tadi siang….. dan dibiarkan menyala…… Sambil acuh pada sekelilingnya…… Tetapi terlihat disana-sini teman-teman sekantornya berlarian ketakutan, terutama teman-teman wanitanya.. tentu dia heran ada apa ini…?

Oh rupanya baru saja terjadi gempa.., humm… walaupun skalanya tidak sebesar gempa sebelumnya dan Budi pun kurang merasakannya…… Dia kembali mencoba browsing di internet, dan memang sudah ada berita di situs kompas.com sebagai berikut:

Guncangan gempa terasa di gedung-gedung tinggi di Jakarta, Jumat (16/10) pada pukul 16.53. Beberapa karyawan gedung tinggi berteriak histeris saat gempa terjadi. Mereka berusaha turun melalui tangga darurat untuk menyelamatkan diri.


Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa berkekuatan 6,4 skala Richter berasal dari 6,79 Lintang Selatan-105,1 Bujur Timur, 45 km barat laut Ujung Kulon, dengan kedalaman 10 km. Jaraknya sekitar 300 km dari Kota Jakarta, berlangsung sekitar 30 detik.

Pembaca melaporkan, kepanikan terasa di pusat perbelanjaan WTC Matahari Serpong. Pengunjung berebutan keluar gedung itu saat guncangan gempa terjadi. “Suasananya sangat kacau,” kata seorang pengunjung melaporkan.
Seorang peserta rapat di sebuah gedung di kawasan Lippo Village menceritakan, dia sedang berada di toilet. “Saya pikir saya kecapekan dan pusing karena guncangan. Saya waktu itu ada di toilet. Saya bingung kok banyak orang berlarian keluar gedung. Eh.. ternyata ada gempa,” cerita Santi.
Di Jakarta, sejumlah karyawan gedung tinggi berhamburan dan berebutan keluar melalui tangga darurat. Mereka berteriak histeris…

Rupanya sejak peristiwa gempa yang berturut-turut di bulan September 2009 – Gempa Tasikmalaya, 2 September 2009 – dan – Gempa Sumatera, 30 September 2009 – di Sumatera Barat dan Jambi – sudah menjadi trauma tersendiri bagi sebagian besar warga Jakarta, terutama bagi pekerja-pekerja kantoran di gedung-gedung bertingkat, khususnya di Jakarta, bahkan sudah mencapai taraf “parno” alias paranoid….. Budi berpikir, perlunya sosialisasi lebih gencar dari berbagai pihak untuk menjelaskan kepada warga kita, bahwa gempa di Indonesia memang sudah merupakan bagian yang tidak bisa lepas dalam kehidupan kita….. Menjadi masyarakat sadar gempa dan selalu siap mengantisipasinya, karena bila menjadi parno, akan lebih repot bila harus benar-benar menghadapinya…..

Bahkan seringkali Budi merasakan rasa acuh warga Jakarta bila ada penjelasan baik melalui media massa, maupun penjelasan dari lembaga berwenang yang kurang ditanggapi, tetapi bila sudah terjadi gempa, walau Jakarta bukanlah pusat gempa, terlihat wajah-wajah panik……. Humm……
Seorang pakar gempa dari LIPI, menjelaskan sebagai berikut:

“Jakarta dalam sejarah kegempaan Jawa tidak mempunyai episentrum gempa. Tetapi Jakarta terpengaruh oleh gempa yang terjadi di Jawa, seperti gempa Pangandaran,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Dr Ir Hery Harjono dalam jumpa pers di Kantor LIPI, Jakarta, pada tanggal 6 Oktober 2009 lalu.

Penjelasan ini sudah sangat jelas dan logis, dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam menghadapi gempa di masa datang, sehingga tidak perlu diartikan sebagai hal supranatural maupun mistis.
Kita juga tidak perlu menghubung-hubungkannya dengan masalah religi, atau adanya ayat-ayat tertentu yang terkait dan adanya kutukan atau hukuman bagi masyarakat tertentu yang seolah-olah mereka lebih berdosa daripada kita, sehingga layak mendapat musibah…. Hahaha… Itu malah membuat runyam dan bukan menyelesaikan masalah….

Kita masih belum selesai dari rasa prihatin kita atas korban gempa yang sangat parah yang terjadi di Sumatera, sehingga barangkali fokus kita adalah memikirkan bagaimana bentuk kepedulian kita. Jangan-jangan kita lupa untuk memberikan sumbangan apapun saat ini…..

(Foto koleksi Mohammad Hilmi Faiq, Kompas)

About -dN5
Here I am........

3 Responses to Gempa lagi, 6.4 SR.. Mengapa jadi paranoid…??

  1. Shangkala says:

    Betul bung…
    melihat situasi dan kenyataan di lapangan,sebaiknya tiap organisasi dan wilayah (perumahan, kantor2, sekolah) sudah mulai latihan evakuasi gempa. Badan2 yg terkait bisa diminta bantuan utk latihan ini. Nampaknya siapa yg sadar yg akan selamat ; )

    • -dN5 says:

      Sebenarnya yang diperlukan sosialisasi berbagai pihak tentang gempa itu sendiri…. Kita memang berada di jalur gempa, sehingga masyarakat perlu disadarkan sejak awal dan bersikap waspada…..

  2. nez says:

    setuju aahh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: