ATM Kondom Dirusak???

By Mariska Lubis

mariska lubisWeleh-weleh…!!! Apa, sih, maunya? Itu, kan, alat kontrasepsi? Kenapa harus dirusak, ya? Memangnya kondom merusak?

Kenapa kalau sikat gigi nggak dihancurkan sekalian, ya? Sama-sama alat bantu kesehatan. Cara pemakaiannya saja yang berbeda. Tapi sama-sama bisa mencegah datangnya kuman dan penyakit, kan?

“Wah, di sini banyak kondom gratis, euy!”
“Iya! Di kampus saya juga banyak, tuh!”
“Asyik, dong, jadinya nggak harus beli lagi.”
“Memangnya mau buat apa, sih?”
“Kayak nggak tahu aja?! Pura-pura, nih!”
“Eh…, serius!”
“Ya, buat begituanlah!”
“Oohhh, buat dipakai?”
“Masa buat ditiup jadi balon?”
“Siapa tahu saja!”
“Daripada ketularan penyakit, ya, mendingan-mendingan, deh!”
“Mendingan apa?”
“Mendingan pake lah, yaw! Lagian mana ada pelacur di sini yang mau kalau nggak pake kondom?”
“Oh, ya?”
“Bisa dipenjara saya kalau sampai nggak pake!”
Bagus kalau begitu…


Itu di Australia. Di mana kondom memang diwajibkan untuk digunakan bagi mereka yang hendak “jajan” di lokalisasi. Lokalisasinya juga tidak di sembarangan tempat. Tetapi memang di daerah-daerah yang sudah ditentukan oleh pemerintah. ATM kondom ada tersebar di mana-mana. Bilamana diperlukan, silahkan ambil. Gratis!

Kondom memang berbeda dengan sikat gigi. Banyak dimensi pandangan yang memicu kontroversi ada tidaknya, diperlukan tidaknya, dan berguna atau menganjurkannya. Dari sisi medis beda. Sisi agama bisa berbeda. Dari sisi moral yang berlaku di setiap negara yang memiliki budaya masing-masing pun berbeda. Multi dimensilah, kalau istilah canggihnya!

Kondom sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kehamilan dan penyebaran penyakit kelamin berbahaya. HIV dan AIDS contohnya. Perilaku masyarakat yang doyan “jajan” sulit untuk diberantas. Kondom adalah salah satu sarana untuk membantu agar AKIBAT perilaku buruk ini tidak mengganggu, merusak, dan mengorbankan pihak lain yang tidak bersalah. Seperti ibu, istri, atau anak yang masih ada di dalam kandungan.

Sama juga halnya dengan lokalisasi pelacuran. Di satu sisi ditentang. Di satu sisi lagi diperlukan. Ditutup, kok, ya malah jadi banyak pelacur yang mangkal di jalan. Nggak bisa dikontrol pula. Dibuka, tapi, kok, ya, di tempat yang dekat dengan perumahan. Banyak anak-anak pula. Apa tidak ada jalan keluarnya? Masa, sih, di negara ini sudah tidak ada lagi pemimpin dan masyarakat yang berpikir arif dan bijaksana?

Menurut saya, masalah ini harus diselesaikan sesuai dengan dimensinya masing-masing agar tidak lagi terjadi kontroversi berlebihan yang ujung-ujungnya merugikan bangsa dan negara tercinta kita ini.

Dari sisi medis, sebaiknya kondom diperkenalkan dengan pengertian dan pengetahuan yang lebih luas lagi. Cara memberitahu dan menyebarkannya pun perlu dipikirkan matang-matang. Tujuannya, agar orang tidak berpikir seolah-olah aman dan bebas “jajan” kalau memakai kondom.

Dari sisi agama dan moral sebaiknya dianjurkan secara lebih persuasif dan mendalam. Yang harusnya diberantas itu, kan, penyakitnya, bukan alat kontrasepsinya atau manusianya. Manusianya diberitahu sesuai dengan kaidah dan ajaran masing-masing agama serta budaya dan moral yang berlaku di masyarakat mengenai arti pentingnya menghindari perilaku dan perbuatan yang buruk itu. Ditambah lagi dengan konsukuensi dan tanggung jawabnya.

Yuk, kita sama-sama berpikir dan mencari jalan keluarnya. Kalau didiamkan terus, bisa berbahaya, nih! Masa harus terjadi perang saudara hanya gara-gara kondom, sih?! Bikin malu saja!!!

7 Oktober 2009
————————————-

Mariska Lubis. Rajin menulis di situs bLog kompasiana. Tinggal Australia.

(Artikel ini merupakan re-bLog dari kompasiana)

About -dN5
Here I am........

6 Responses to ATM Kondom Dirusak???

  1. Pingback: Ikut “Tour de Sex” Yuk.., Biar Kagetnya Barengan… « Stories From The Road… SFTR

  2. Pingback: Kalau Suka Seks, Ngaku Aja, Deh! « Stories From The Road… SFTR

  3. Shanti L. says:

    Hihihi….. Tapi ya….oke qo….😉

  4. rixa pogung sudiawarja says:

    Oh….no..!!! jd malu….deh ….tp satu yg penting yg saya harus dicermati disini…..adalah dari segi kesehatan…..itu berarti “yg suka jajan sembarangan berarti ga sayang tubuhnya sendiri….”

    • -dN5 says:

      Wah…wah…. memang budaya nya yang berbeda kali yaa…. Mereka begitu terbuka, sementara kita berdasar budaya Timur…..
      Ya… lain padang lain ilalang…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: