Sumpah Pemuda… Hari ini atau sekedar hari Rabu..??

Kongres Sumpah PemudaBersiap ke tempat kerja setelah sarapan pagi, Rini bergegas meninggalkan tempat kosnya… Hari ini baginya cukup melelahkan mengingat harus menyelesaikan sisa pekerjaan kemarin.. Segera mendekati halte busway di dekat rumahnya pagi itu, terlihat banyak juga calon penumpang lain yang antri… Wuuuiiihh…. rame banget yang antrii…. Rini selalu sebel melihat pemerintah daerah ibu kota tercinta ini, mengingat sarana busway memang menyenangkan dengan interior lebih baik daripada bis kota biasa dan AC, tetapi kenapa menjelang jam sibuk selalu saja busway yang datang kurang banyak, sehingga tak ayal dia rela berdesak-desakan disana…. Dia pikir resiko telat sampai di kantor…

Di dalam busway dia melirik seorang penumpang yang menyempatkan diri membaca koran, humm… Dia baru ingat setelah membaca sebarisan headline berita di koran pagi itu…. Rupanya hari ini Hari Sumpah Pemuda yaa…


Sambil berpikir di dalam hati, apakah penumpang lain punya pikiran yang sama dengan dia… Bagi mereka bahkan hari ini hanya hari Rabu yang sibuk dan matahari pagi yang menyorot hangat di pagi hari….. Apakah mereka masih ingat tentang makna hari pemuda ini?? Rini hanya tersenyum di dalam hati, masing-masing penumpang tetap asyik dengan pikiran mereka sambil menyaksikan penumpang yang naik turun di halte demi halte…..

Iya Rini berpikir saja, bagaimana memaknai gerakan Sumpah Pemuda 1928 dengan tema berulang setiap tahun..?? Namun, setiap kali pula terasa relevan. Sejarah negeri ini memperlihatkan bahwa komitmen “satu tumpah darah, satu bangsa, satu bahasa” harus terus menerus dirawat dan dimaknai…
Ya cobalah ingat… Baru satu dasawarsa lalu bangsa ini diguncang konflik antaretnis, antaragama, yang merobek ujung barat ke timur Nusantara. Humm…. Betapa fondasi persatuan kita masih bisa digoyang dan diprovokasi….. Kenapa?

Kata-kata bijak Kahlil Gibran, “Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tetapi bukan jiwa mereka. Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah bisa kau kunjungi meski dalam mimpi.”
Benar… Kaum muda di tahun 1928 mampu berpikir melampaui zamannya, sekaligus mampu mengatasi tantangan riil pada masanya, yaitu sekat-sekat etnis dan bahasa.

Rini membaca sebuah hasil jajak pendapat di sebuah harian ibukota, Kompas, kemarin (26 Oktober 2009), bahwa telah muncul satu geberasi muda di masyarakat perkotaan Indonesia yang sangat melek dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi…. Menarik!
Generasi ini optimis dengan masa depannya dan memberi atribusi bagi diri mereka, “sukses, mandiri dan produktif“.

Memang disadari di era global batas negara tersamarkan, orang muda menjadi “warga dunia” yang memiliki idiom khas melek teknologi dan siap berkompetisi di tataran dunia antar bangsa….. Naahhh…..
Tetapi ada hal yang mengusik hati Rini saat ini bila melihat dunia politik di Indonesia, serasa melihat dunia penuh intrik dan perilaku sumbang dari ‘pemain‘ di dalamnya….. Yah…. Bak dunia hitam dengan segala dusta diantara mereka……. Hasil jajak pendapat itu juga menyampaikan fakta bahwa generasi muda saat ini lebih apolitis… Ada keengganan di hati mereka untuk menjadi atau mempunyai cita-cita terjun di dunia politik, menjadi anggota DPR..?? Anggota partai politik….?? Aaahhh…. enggaklah… yaaauuuww…… Siapa yang berkontribusi disini…?? Baik partai politik maupun DPR ikut berkontribusi dalam memunculkan citra negatif ini…..

Rini bersiap-siap untuk merapikan tas kantornya….. Sambil terus mengamati jalan di pagi hari yang macet, halte terakhir sebelum turun di dekat kantornya… Yah…. Apakah teman-temanku juga di kantor berpikir yang sama…..? Bagaimana mereka memaknai hari ini…?? Hanya sekedar hari Rabu..?? Atau memang kita sudah lupa semangat yang terus relevan bagi negeri ini untuk tetap menjaganya dan ikut serta dan tidak bersikap apatis terhadap permasalahan bangsa…??

Waduuuhhh…… ngadepin macet setiap hari aja gue sudah cape deh….. Apalagi mikirin kerjaannya para pemimpin…….. Huehehe…… Begitu Rudi ngoceh di pagi hari sambil menghirup kopinya……

About -dN5
Here I am........

5 Responses to Sumpah Pemuda… Hari ini atau sekedar hari Rabu..??

  1. Pingback: Negara Gombal.. « Stories From The Road… SFTR

  2. Herman says:

    Gw pikir memang hari Rabu…. nggak tahunya.. ya kok kita tenang2 saja yaa…
    Sebenarnya banyak bibit perpecahan di negeri kita… Bila si pemimpin dengan gaya ‘tenang’ ga menentu seperti yg selama ini…… Aku khawatir saja…….

  3. nez says:

    Satu Nusa Satu Bangsa…
    Satu Bahasa…..
    Tapi jangan satu Agama yaaaa…..
    nggak kali…….

  4. tangguh fou says:

    mungkin juga cuma untuk jaman dulu mas ,ga cuma hari rabu …

    • -dN5 says:

      Hehe… Iya…ini semacam kritik diri….. Apakah kita masih mengingat komitmen sebagai bangsa atau sudah melupakan jasa2 para pendiri…..
      Salam !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: