Sudahlah… Hendri Mulyadi Memberi Contoh… Gantian ‘dong’ Ngurusin Bola…

Hahahahaha….. hari Rabu lalu, 6 Januari 2009 kita disuguhkan suatu pertunjukkan menarik melalui layar kaca, saat pertandingan penyisihan Piala Asia antara Indonesia vs Oman di Stadion Utama Senayan… Kita menyaksikan saat pertandingan memasuki masa injury time, Hendri Mulyadi nyelonong masuk lapangan sambil menggiring bola, pemuda asal Bekasi itu tidak sekadar ingin ”membantu” tim nasional Indonesia yang megap-megap menghadapi Oman dan kemudian kalah 1-2…..

Hendri pemuda pemberani itu, yang datang dari depan tribune selatan, menerobos pagar pengaman dan menembus barisan polisi yang kemudian secara berlebihan diringkus oleh belasan polisi. Apa yang kira-kira ada di benak Hendri, sehingga begitu berani menerobos barisan pengaman…??


Ketika menyaksikan pertandingan ini, aku sudah berpikir tidak ada peluang bagi Indonesia dalam bersepakbola. Negeri kita sudah sangat jauh ketinggalan dalam dunia olah raga yang satu ini dibanding bahkan negara tetangga kita sendiri yang terdekat sekalipun… Ini fakta!

Aku selalu melihat begitu konyolnya para petinggi sepakbola kita dalam mengelola lembaganya, PSSI. Mereka menurut pandanganku hanya sekelompok orang yang mencoba bertahan disana dengan kepentingan tertentu, hanya kebetulan hobi dan mengaku mencintai (menyukai) bola. Oohh… Siapa pun tak akan memungkiri, bahwa sepak bola merupakan olah raga yang sederhana, sehingga setiap orang merasa ‘bisa’ dan ‘ngertisepak bola… Untuk hal ini kita pun maklum…

Hendri mengakui, tindakannya sekadar ingin mengingatkan PSSI, ”Itu saya lakukan bukan untuk mempermalukan PSSI atau pemain. Saya cuma ingin PSSI sadar dan introspeksi diri,” ujar Hendri, yang sebelum masuk lapangan sempat menitipkan dompet dan telepon seluler kepada rekannya, meski kemudian dia kehilangan kacamatanya setelah diringkus polisi secara kasar.

Prihatin
Introspeksi, barangkali kosakata yang kurang dikenal di lingkungan PSSI. Perhatikanlah bila sudah membicarakan sepak bola Indonesia, komentar yang ada hanya kata ‘apatis’… Obrolan warung kopi, sampai sumpah serapah saking jengkelnya melihat cara negeri kita bersepak bola dan pola pikir pengurus sepak bola yang sudah ketinggalan zaman… Wahh… Nggak bakal ada habisnya deh…. Capek melihat orang-orang yang dengan segala macam cara dan kilah bertahan untuk tetap berada di lingkaran pengurus PSSI. Herannya mereka tidak juga ingin segera mundur dengan kegagalan demi kegagalan, kenapa yaa…?? Tentu banyak motif disana…..😦

Bila membicarakan sepak bola bagiku lebih menghibur menonton liga-liga di Eropa, pasti dan enak ditonton… Tidak neko-neko….. Lihatlah lagi soal disiplin dalam pengelolaannya, setiap pelanggaran pasti dikenai sanksi dan tidak ada akal-akalan disana….. Dalam pergaulan internasional, sepak bola Indonesia benar-benar tidak diperhitungkan lagi. Bagaimana tidak? Di lingkungan Asia Tenggara saja kita sekarang tak lebih baik dari Laos. Adapun negara-negara lain, yang pembinanya tak punya agenda pribadi dan kepentingan, terutama uang, untuk membangun sepak bola lewat pembinaan usia dini, seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia, sudah ribuan langkah lebih maju dari Indonesia… Nasiiiibbb……

Herannya dengan segala kepentingan disana, masyarakat coba dibuai dan diberi janji cerita 1001 Malam….. Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia 2022….. Hahahaha….. Apa yang ada di benak mereka…?? Kepentingan dan agenda pribadi..?? Oohh…. Pastinya boo….. Pepesan kosong yang sangat ironis di tengah keterpurukan prestasi di tingkat internasional…..

Wah.. kalau bicara bagaimana cara mengembangkan sepak bola di negeri kita, barangkali sudah terlalu banyak ulasan dan artikel di media massa yang membahas hal ini, tetapi yaaa….. Itu tadi…. Yang terbaik mereka memberikan jalan kepada generasi baru sepak bola di Indonesia untuk mengurus sepak bola, biarlah sepak bola kita bebas dari segala kepentingan dan agenda-agenda tidak jelas yang justru memperparah kemajuan sepak bola kita.

Apa yang dilakukan Hendri di atas, setidaknya memberikan suatu pesan moral tersendiri, bagaimana cintanya masyarakat bola di Indonesia bagi Tim Nasional dan bersikap berani untuk menerobos suatu pemikiran dan langkah baru bersepak bola…
Setidaknya meminjam istilah terkenal dari idiom Gus Dur, “Nendang bola aja kok repot…..!

Artikel terkait…
1. Prestasi Dulu, Baru Jadi Calon Tuan Rumah Piala Dunia
2. Presiden SBY dan Trofi Piala Dunia

(Diolah dari berbagai sumber: RCTI, kompas.com, detik.com)

About -dN5
Here I am........

10 Responses to Sudahlah… Hendri Mulyadi Memberi Contoh… Gantian ‘dong’ Ngurusin Bola…

  1. Pingback: Apa yang Kita Sombongkan….. « Stories From The Road… SFTR

  2. Shanti L. says:

    Aaah… Bola ya…. Emang Indonesia bisa bola? Hihihhii….

  3. Ayu says:

    udah d… kok bebal yaa…

  4. Pingback: Indonesia Ikut Piala Dunia 2010..??? « Stories From The Road… SFTR

  5. Pingback: PSSI.. Oohh.. PSSI… LPI datang kok ga diterima? « Stories From The Road… SFTR

  6. Pingback: Masih mau jadi Ketua PSSI? Silahkan saja Pak…! Lanjutkan! « Stories From The Road… SFTR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: