Imlek dan Valentine… Kasih Sayang buat Siapa?

Menyaksikan pesta kembang api melalui layar televisi saat malam perayaan Imlek di kota Singkawang di Kalimantan Barat sungguh sangat meriah, peristiwa ini dapat mewakili sanubari kegembiraan khalayak yang hadir saat menyambut malam tahun baru – melepaskan yang lama dan yang dianggap tidak baik… Bila momen spesial tiba, hati berdebar-debar, bak seorang pemuda yang janjian mau ketemuan dengan perempuan pujaan hati, melambung, melayang, jantung berdebar keras, ada kegembiraan disana, serasa berada di langit yang lain, bumi sudah tak bulat lagi…. Teristimewa bila momen spesial itu bersamaan dengan momen lain yang juga dianggap spesial dan jatuh pada tanggal yang sama, 14 Februari.

Tahun yang dianggap istimewa dan hanya terjadi 47 tahun sekali… Perayaan menyambut tahun baru Sin Cia atau disebut juga Xian Nian atau Imlek yang serba merah dan hari kasih sayang Valentine yang bernuansa pink – merah jambu dan taburan cokelat sebagai pendamping utama… Nuansa yang terbangun, eksotis, oriental, misteri, gairah, harapan, kegenitan, romantisme, kecantikan….. Uuuhh… paduan yang unik dan sulit dicarikan padanannya…


Lihatlah sebuah potret kesibukan di sebuah pabrik lilin dan hio Sumber Karya Hidup milik Can Yau Seng (Koh Aseng) di Teluk Naga, Kampung Melayu, Tangerang, Banten saat mendekati tahun baru Sin Cia, para pekerja dengan giat membagi tugas sejak pukul 6.00 pagi, 5 kuintal lilin dan 3 kuintal hio diolah menjadi aneka ragam ukuran setiap harinya untuk dipasarkan ke Pontianak, Bangka Belitung dan Jabotabek tentunya… Ada lilin raksasa berukuran 1000 kati berdiameter 50 sentimeter pesanan kelenteng untuk perayaan Imlek dan mampu menyala hingga 5 bulan lamanya… Lilin Koh Aseng menyinari beragam tempat ibadah Tionghoa, misalnya di Vihara Petak Sembilan di Tangerang.

Gambaran tentang tentang sambutan menjelang Imlek di atas semakin nyata bila kita melangkahkan kaki ke kawasan pecinan Jakarta, Pancoran, Glodok, bahkan meriah sejak sebulan sebelum Imlek. Segala kebutuhan menyangkut Imlek ada disana, angpao dengan berbagai macam ukuran dan desain. Ada angpao tiga dimensi dengan bentuk rumah, dan ada juga angpao berwarna merah jambu, aiiyyh….. Rupanya tidak mau kalah karena momennya yang bersamaan dengan Valentine yang umumnya dirayakan para mudawan…. Di kawasan ini bahkan ragam penjual memanfaatkan dengan sangat piawai, jualan baju khas Tionghoa merah menyala boo… Menurut kepercayaan, setiap kali tahun baru, orang harus memakai baju dan pakaian dalam yang baru agar segala kesusahan dan kesulitan hidup pada tahun sebelumnya tidak terbawa pada tahun yang baru ini, sehingga tidak heran penjual pakaian dalam pun muncul secara dadakan… Hahaaa…….. Semua ini akan mencapai puncaknya bila melihat kesibukan di vihara-vihara saat pergantian ke Tahun Macan Logam pada Sabtu tengah malam, 13 Januari 2010…

Bila Imlek identik ornamen berwarna merah, kue keranjang, angpao, lentera, petasan, tebu dan barongsai, maka perayaan Valentine identik dengan aneka gift berbentuk hati, hadiah-hadiah berwarna pink, dan hadiah yang tak bakalan diabaikan, bunga mawar dan cokelat… Humm…

Bagi pasangan muda dan juga berlaku di kalangan semua usia, bukankah bersikap baik, menyampaikan kasih tak harus menunggu tanggal 14 Februari…?? Mencurahkan perhatian pada orang disayangi, hari lain pun seharusnya bisa kan? Mengalir saja… semua curahan berasal dari hati terdalam sepanjang tidak merasa terpaksa…

Bagi sebagian teman, merayakan Valentine sudah menjadi sebuah keharusan setiap tahunnya. Bahkan banyak diantara mereka yang rela menabung demi membahagiakan pasangan…. Begitu ya? Seorang karyawan swasta, Rino (bukan nama sebenarnya), pria berkulit sawo matang mempersiapkan Valentine dengan khusus dan menurut pengakuannya, amat disayangkan bila harus melewatkan kesempatan setahun sekali ini demi membahagiakan pacarnya… Bahkan ada juga teman yang merasa cemas bila tidak memberikan ‘sesuatu’ pada pasangannya, khawatir pacarnya akan marah dan nuntut agar diberi hadiah pada saat Valentine….

Bila melihat peristiwa di atas, Valentine yang dipaksakan bukanlah esensi yang sebenarnya dalam menyampaikan “aku sayang kamu….” Sebab semua yang bersifat keterpaksaan tentu bukanlah datang dari hati… Bila pun tidak bisa merayakannya pada 14 Februari, selalu ada momen lain di waktu lain untuk membahagiakan pasangan dan jadikanlah sebagai momen Valentine tersendiri, berbeda dari pasangan lain kan tidak apa-apa…?

Bila kemeriahan menyambut Imlek berlangsung di luar arena rumah kita, sementara sambutan televisi lokal menyambut Valentine sangat meriah dengan pemutaran film bergenre komedi romantik, bagaimana indahnya pemaparan cinta yang digambarkan pada film lama, “Ghost” yang diperankan oleh aktris Demi Moore dan aktor Patrick Swayze almarhum, saat mereka berdua dalam salah satu adegan film paling dikenang sepanjang masa… Ketika adegan Swayze dan Moore membuat keramik bersama-sama diiringi alunan lagu “Unchained Melody” dari Righteous Brothers. Lihatlah indahnya indahnya cinta disajikan saat Richard Gere meminta maaf pada pasangan mainnya Julia Roberts di film “Pretty Woman” yang cantik, ketika Vivian Ward (Julia Roberts) merasa tersinggung, karena Edward Lewis (Richard Gere) melecehkan profesinya. Sutradara Gary Marshall meramu adegan ini dengan manis dan tampak perpindahan kamera dari satu angle ke angle lain untuk dramatisasi, Edward berjalan menghampiri (wanita suka hal ini…) ke pintu lift sambil berkata, “Maafkan aku…..” dengan mimik wajah penuh penyesalan, “Aku sudah berlaku buruk dan jahat kepadamu,” dan Vivian menjawab dengan risau dan kekecewaan hati, “Kamu sudah menyakiti hatiku..” Mereka berdua diam sejenak….. Hanya dengan gerakan wajah dan tatapan mata tulus sudah mewakili seluruh gambaran perasaan dan tidak lebayy, Edward memegang pundak Vivian dan mereka kemudian berbaikan…

Cinta kasih bukan hanya menyangkut perasaan, tetapi ungkapan dan pengamalan yang cerdas.

Sungguh tertanam di hati kita, kedua momen spesial bukanlah suatu kebetulan bila kita saat ini turut merasakan kegembiraan nuansa perayaaannya, tak ada peristiwa kebetulan, bukankah itu juga anugerah dari Sang Penyelenggara Kehidupan? Kendati mungkin kita tidak merayakan salah satu atau keduanya, tetapi merenungkan perayaan cinta kasih di dalam kehidupan tentulah bukan hal merugikan… Katakanlah ada kontroversi menyangkut perayaan Valentine, akibat benturan peradaban maupun paham lainnya yang berkembang di negeri kita, atau anggapan bahwa Valentine bukanlah budaya asli negeri kita, masak siyy…?? Sepertinya benar, tetapi kepercayaan yang dianut sebagian kita justru juga bukan budaya asli bukan…??

Kontroversi melelahkan, gaya hidup zaman ini akibat arus konsumsi besar-besaran. Tali temali kerumitan kebudayaan massa, memiliki dampak kemana-mana tentunya, realitas kekinian, yang tak terbendung kehadirannya… Pop mass culture, tren kota besar Indonesia, aahh… nggak perlulah hermeunetik kompleks… berjalan saja… Seperti kata mendiang guru bangsa – Gus Dur, bangsa kita perlu lebih cerdas mencermati kehidupannya. Life goes on, let it flow…

Imlek dan Valentine merupakan bagian dari ragam pilihan perayaan kasih dan kehidupan bagi banyak orang di berbagai belahan dunia dan zaman terus bergerak maju – change that gonna come…, ungkapan syukur atas pengalaman cinta kasih tidaklah membuat negeri kita mengalami kerugian, bahkan memberikan hal indah dalam perkembangannya.

Seperti kata Kwek Li Na, seorang penyair wanita Indonesia yang karyanya sering menghiasi media massa di Indonesia dalam sajaknya, “Happy Valentine’s Day, Sayang“:

Sayang,
sekuntum bunga hatiku
seumur hidup, kupersembahkan hanya untukmu
Jagalah selalu. Tumbuh, mekar tak layu

Cinta mempertemukan kita dan melekatkan dua hati
Atas nama waktu kita berjanji
Selama jantung berdetak
menjaga segala rasa yang tercipta, tak retak

Kita tetap membutuhkan pengalaman perayaan kasih dan pengamalan kasih yang dirayakan. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek; “Gong Xi Fa Cai“; dan………. “Happy Valentine…

(Dari berbagai sumber)

About -dN5
Here I am........

11 Responses to Imlek dan Valentine… Kasih Sayang buat Siapa?

  1. yitno says:

    …………………………………………………………………….

  2. yitno says:

    +++++++++++++++++++++++++++++++++++

  3. Helena says:

    Cinta itu indah…
    Kasih sayang buat semua orang… gak nunggu mesti Valentine kali ya…

    • -dN5 says:

      Ya… disanalah intinya…. Berbuat baik dan bersikap kasih sayang kepada sesama tentu setiap hari…. Mengapa harus menunggu sampai hari Valentine yaa….
      Makasih Nina….🙂

  4. Pingback: Berakhirkah Kasih Sayang Itu? « Hari-hariku setelah kemarin…..

  5. rani says:

    nice article….. suka bangets…. hihihi…
    ‘met valentine yaa….😉

  6. jun says:

    artikel menarik…..

  7. Pingback: Lampion Merah Buat Mey « Hari-hariku setelah kemarin…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: