Waah… Gawat… Nikah Siri Bakal Dipenjara Loohh…..

Pernikahan adalah sakral, ada peran Yang Mahakuasa disana, sehingga layak dihormati seluruh rangkaian yang menyatukan dua insan ini. Tidaklah dipungkiri antusiasme pihak-pihak yang akan menyelenggarakan pernikahan, mulai dari pihak keluarga, kerabat bahkan pihak yang diundang pun menganggap peristiwa yang berlangsung atau yang akan dijalani oleh pasangan yang akan menikah merupakan suatu event yang sangat dihormati.

Pasangan yang akan menikah mempersiapkan semua dengan baik dan ingin acara tersebut berlangsung khidmat, terhormat, layak, sepatutnya, meriah, gembira dan semua hal positif yang diharapkan semua pihak bercampur menjadi satu disana.

Tetapi mengapa kemudian di negeri kita menjadi masalah dan tampaknya negara memasuki wilayah ini? Tentu ada sesuatu yang menjadi pertimbangan dan juga melihat perkembangan masyarakat yang dinamis, sehingga kemudian timbul ekses akibat pernikahan ini. Oh iya…. Selalu ada pihak yang memainkan celah-celah disana, memainkan setiap pintu peluang untuk memanfaatkannya sebagai sarana kepentingan, katakanlah kepentingan pribadi dan ada pihak yang dikorbankan…


Perbincangan di televisi berita dua hari terakhir rupanya mengangkat masalah menyangkut Nikah Siri, Kawin Kontrak atau pernikahan di bawah tangan yang mengacu pada draft Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Materiil Peradilan Agama (RUU HMPA) Bidang Perkawinan yang masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2010.

RUU itu memuat ketentuan pidana Pasal 143 – 153, terkait perkawinan siri, perkawinan mutah, perkawinan kedua, ketiga, dan keempat, serta perceraian yang tanpa dilakukan di muka pengadilan, melakukan perzinahan dan menolak bertanggung jawab, serta menikahkan atau menjadi wali nikah, padahal sebetulnya tidak berhak. Ancaman hukuman untuk tindak pidana itu bervariasi, mulai dari 6 bulan hingga 3 tahun dan denda mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 12 juta.

RUU itu juga mengatur soal perkawinan campur (antardua orang yang berbeda kewarganegaraan). Pasal 142 Ayat 3 menyebutkan, calon suami yang berkewarganegaraan asing harus membayar uang jaminan kepada calon istri melalui bank syariah sebesar Rp 500 juta.

Naah…. Disinilah rupanya timbul pertanyaan di masyarakat, seperti biasa pandangan yang bersifat pro dan kontra. Dari acara di televisi saja sudah bisa dilihat dengan jelas, siapa yang memberikan pendapat mendukung dan siapa yang menentang RUU ini, kan baru RUU loohh…. Tapi sudah banyak pihak yang merasa cemas akan dampaknya kemudian… Hahaaa……

Seperti yang dikutip dari berita kompas online, Abdul Gani Abdullah, guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Kamis lalu, tanggal 11 Februari 2010 di Jakarta, menjelaskan, RUU itu akan menjadi pelengkap bagi UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. UU itu menjadi UU terpisah untuk memenuhi pengaturan lebih lanjut mengenai perkawinan dalam hukum Islam.

Apakah nikah siri itu zinah? Bisa bukan karena sah menurut hukum agama. Masalahnya adalah mengapa perkawinan itu tidak dicatatkan ke pejabat pencatat nikah. Itu salah siapa? Ada pandangan masyarakat yang harus aktif, tetapi ada pula yang berpendapat pemerintah harus aktif. UU ini mau menyinkronkan realitas yang ada dan segi hukum,” ujar Abdul Gani.

Sementara dalam wawancara di televisi berita Metro TV hari Senin lalu, 15 Februari 2010, Mariana Amirudin, dari Jurnal Perempuan sudah mewanti-wanti bagaimana dampak dari nikah siri, kawin kontrak dan sebagainya itu yang cenderung merugikan pihak wanita dan anak-anak hasil dari buah perkawinan. Lain lagi pendapat artis Tessa Mariska mengenai rencana hukuman penjara bagi pelaku nikah siri, perkawinan mutah ini, dalam wawancaranya di televisi berita TVOne kemarin malam, baginya adanya kebiasaan nikah siri di sementara kalangan artis sebenarnya jalan keluar daripada berbuat zinah……Yaaaachhh…… Malahan katanya, bila nanti nikah siri dilarang lebih repot lagi, yang marak adalah kumpul kebo……… Halaaahhhh……… Gawat boo…… Kenapa nikah ditanggapi secara main-main yaa…?

Kita pikir pendapat Dirjen Bimas Kementerian Agama, Nasaruddin Umar tentang hal ini dapat menjadi acuan, bahwa negara merasa perlu melindungi ekses yang ditimbulkan mengingat lebih banyak mudaratnya daripada manfaat dan pihak yang dirugikan terutama wanita dan anak-anak yang kesulitan memperoleh hak-nya, hak waris, dan berbagai kelengkapan dasar sebagai warga negara dalam menjalankan kehidupannya kelak.

Kan memang kurang enaklah bila kita sering kali melihat berita di media massa, misalnya ada anggota DPRD di Jawa Timur tertangkap sedang selingkuh, kemudian agar tidak ditahan, mengaku sudah menikah siri…. Jihaaa…… Atau berita 6.000 pasangan berstatus kumpul kebo dan nikah siri di Temanggung, juga kebiasaan warga negara asing menikahi secara siri atau kontrak wanita Indonesia selama bertugas di negeri kita atau jangan-jangan sekedar nikah tamasya….. Lebih repot lagi bukan..???

Melihat persoalan ini dengan kepala dingin, tanpa memikirkan kepentingan kelompok dan lain-lain lebih baik kelihatannya….. Tentu masukan dari berbagai pihak diperlukan, sehingga ketentuan Undang-undang ini apabila kemudian dilegalkan akan menguntungkan semua pihak, yaa… Win-win solutian lah……😉

About -dN5
Here I am........

15 Responses to Waah… Gawat… Nikah Siri Bakal Dipenjara Loohh…..

  1. Shanti L. says:

    Aku setuju saja sebagai warga negara deh…..

  2. niniyQyu says:

    hihihihi…. aq g ikut2an dueehh…..😉

  3. yitno says:

    sama – sama enak kali…he he he

  4. Can says:

    mau ada ato ga ada uud nya prostitusi tetap merajalela so buat apa diundang undangin? biar yg haram jadi halal?

  5. yitno says:

    kalo dipenjaranya bareng satu kamar gmn itu……….

  6. rani says:

    kLo baik tujuannya… knp tidak siiiich….?

  7. ebud says:

    Ya… Alllah bukakanlah nurani para pembuat undang undang ini…

    • -dN5 says:

      Semoga bila menjadi UU dapat diterima semua pihak yaa… Tentu setelah menerima semua pertimbangan dan masukan berbagai pihak…

  8. bam's says:

    heuheuheu…………………………….

  9. yitno says:

    karena g ada biaya&dari pada kumpul kebo mendingan nikah sirih,,,,,,betul g?
    jadi RUU nikah sirih itu menghambat yang g punya biaya utk nikah alias menjerumuskan serta mendukung ke hal2 yang negatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: