Makam Mbah Priuk… Kenapa Rusuh?

Kerusuhan Koja PriokDua hari terakhir ini perhatian kita terpusat pada kejadian di daerah Koja, Tanjung Priok. Terjadi kerusuhan berdarah, yang menewaskan tiga anggota Satpol PP dan menyebabkan 130 orang korban luka-luka.

Siaran media televisi terfokus kesana, sungguh trenyuh menyaksikan kejadian ini, terutama bila melihat kerusuhan yang terjadi. Bentrokan antara Satpol PP dengan masyarakat sekitar. Tak pelak kejadian ini mengundang prhatian berbagai pihak, bahkan sampai Presiden SBY turut memberikan pidato singkat menanggapi kasus ini, dimana diharapkan semua pihak saling menahan diri.


Kejadian ini pun mengundang perhatian Komisi Nasional HAM yang segera membentuk sebuah tim khusus yang akan menyelidiki insiden Tanjung Priok yang berujung bentrok kemarin, Rabu, 14 April 2010.

Seperti dikutip dari kompas online, “Kami memang sudah menemui korban, baik masyarakat maupun pihak keamanan. Tapi data kemarin tidak cukup kuat sehingga perlu tim khusus untuk penyelidikan,” kata Nur Cholish, Wakil Ketua Komnas HAM di Gedung Balai Kota, Jakarta, hari ini, sebelum pertemuan mediasi dengan pihak yang bersengketa.

Mengapa harus terjadi? Sebenarnya dimana pangkal muasal kejadian ini semua?

Mungkin banyak dari kita yang tidak tahu tentang makam yang dikeramatkan masyarakat setempat tersebut, Makam Mbah Priuk.

Terlepas persoalan menyangkut kasus hukum mengiringi keberadaan makam tersebut, makam ini dinilai penting bagi warga setempat. Makam Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad ini dikeramatkan dan bernilai sakral serta mengandung nilai sejarah.

Dari artikel “Makam Kramat Mbah Priok” yang ditulis jurnalis Warta Kota, hari ini, Agus Himawan menulis, bahwa makam Habib Hasan berkaitan erat dengan sejarah asal muasal nama Tanjungpriok. Itu sebabnya makam ini disebut makam Mbah Priuk.

Makam Mbah PriokTerletak di Jalan Timur Raya, Koja, Jakarta Utara, dimana Habib Hasan bin Muhammad Al-Hadad lahir di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan, pada tahun 1727 M. Semasa kecil Habib Hasan belajar mengaji kepada kakeknya dan ayahnya, kemudian mengembara ke Hadramaut, Yaman Selatan untuk belajar agama. Setelah pengembaraannya ia menuju Sumatera Selatan melakukan syiar agama Islam sekaligus kembali ke sanak keluarganya.

Bersama adiknya, Habib Zein bin Muhammad Al-Haddad kemudian berangkat ke Pulau Jawa dengan tujuan menyiarkan agama Islam bersama tiga orang azami dari Palembang menggunakan perahu layar. Rombongan diserang kapal perang Belanda yang menghujani mereka dengan peluru meriam. Namun tidak satu pun peluru meriam itu yang dapat mencederai perahu dan rombongan mereka. Di tanah Batavia Habib Hasan meneruskan syiar agamanya disana, dan kemudian Habib Hasan sempat kembali ke Palembang. Saat kembali tersebut ia banyak bertemu dengan petani asal Banten yang dibantu ulama, melawan Belanda dan banyak ulama melarikan diri ke Palembang meminta perlidungan dari Habib Hasan.

Dalam perjalanannya kemudian mereka sempat singgah di beberapa tempat sampai akhirnya perahu mereka dihantam badai. Perahu mereka karam dan tenggelam, Habib Hasan berusaha menyelamatkan diri menggunakan beberapa batang kayu pecahan perahunya. Tetapi kekejaman alam pula yang membuat Habib ini tak mampu bertahan, 10 hari tanpa makanan, membuatnya sakit kemudian wafat.

Nelayan yang menolong kemudian memakamkannya, kayu dayung digunakan sebagai nisan di atas kepala serta periuk nasi sebagai penanda ditaruh di sisi makam. Ada sekumpulan bunga tanjung ditanam di atas makamnya sebagai tanda yang diberikan oleh penduduk setempat.

Ulasan pada artikel di atas sebenarnya dapat menjelaskan bagaimana memahami sejarah dan psikologi keagamaan yang ada di masyarakat di daerah Koja, Tanjung Priuk terhadap makam tersebut. Sementara sosiolog dari Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola di harian “Suara Pembaruan“, Kamis, 15 April 2010 menjelaskan tentang hal ini, pertama masalah hukum yang belum ada kepastian. Kedua, hal ini berjalan simultan dengan cara penanganan dari Pemprov DKI Jakarta yang dinilai represif. Ketiga, pemahaman pemerintah daerah dalam penyelesaian persoalan rakyat sangat terbatas. Para elite pimpinan di lingkungan Pemprov DKI kurang memahami kondisi psikologi keagamaan dan ekonomi rakyat.

Banyaknya peziarah ke makam tersebut, menimbulkan denyut ekonomi, dimana banyak pedagang kecil yang berjualan di sekitarnya. Dengan adanya penggusuran, denyut ekonomi tersebut akan mati.

Terlepas kemudian kasus ini mencuat, tanah pemakaman ini menjadi sengketa, dalam perjalanannya, menjadi milik PT Pelindo II sesuai bukti kepemilikan Sertifikat Hak Pengelolaan No 1/Koja Utara. Persoalan menjadi ramai saat PT Pelindo II bermaksud untuk memperluas areal pelabuhannya dengan meminta Pemrov DKI untuk menertibkan lokasi makam Mbah Priuk. Apakah tidak ada jalan musyawarah yang bisa diambil dari pihak Pemerintah Provinsi DKI dalam menyelesaikan kasus sengketa pemilikan tanah dengan pihak ahli waris keluarga sang Habib?

Selalu ada jalan untuk musyawarah… Pasti..!

(Berbagai sumber, wartakota.co.id, kompas.com, suarapembaruan.com, Foto Kompas/Windoro Adi, BeritaJakarta.com/Jackson D.)

About -dN5
Here I am........

8 Responses to Makam Mbah Priuk… Kenapa Rusuh?

  1. Shanti L. says:

    Kenapa harus ada korban dulu y..???

  2. Winner says:

    Klo ga ribut ga seru beritanya Pak.. Nanti beritanya yg kemrin terus ga ganti2…
    Pemerintah kita memang tuli ‘n buta. Rakyat selalu diminta untuk mengerti pemerintah, pemerintah sendiri ga mau ngerti rakyatnya…..

    Rakyat diminta menyampaikan aspirasi dengan damai, tp nyatanya dengan aksi damai mereka seolah2 ga melihat dan mendengar..
    Mereka menggunakan alat SATPOL PP sebagai BodyGuard-nya, Tukang Pukul, Centeng atau apalah istilahnya…..

    Masyarakat diminta teratur.. Coba kalau pemerintah sendiri bs teratur, beri contoh kpd rakyatnya.. Mereka kan seharusnya lebih bisa teratur, karena mereka terorganisir, punya tongkat komando..

    Wagub bilang hanya ingin mempercantik dengan merenovasi makam..
    Klo cm renovasi ga perlu SATPOL PP, beri dana aja pengurusnya, pantau penyelenggaraannya.. Penertiban kan bisa dibicarakan dengan tokoh setempat.. Setelah ada korban baru mereka berusaha berasumsi ini dan itu.. Basiiiiiiii…..

    Mudah-mudahan pemerintah kita cepat-cepat membuka mata hati dan telinganya….

    • -dN5 says:

      Bagus sekali pendapatnya mas Winner…. Itu yang kita harapkan dari pemerintah kita…. Semoga saja yaa…. !

  3. jun says:

    Aq baca di detiknews.com, Satpol PP di Banjarmasin dan Solo justru sangat bagus pendekatannya dengan masyarakat, mereka selalu melakukan jalan persuasi dan komunikasi dengan baik…. Ada baiknya Jakarta belajar dari kedua kota tersebut….

    Malu aahh… Masak ributnya sama bangsa sendiri… Sedih….😦

    • -dN5 says:

      Benar… Pendekatan persuasif dan membangun komunikasi baik lebih penting dikedepankan…. Terimakasih mbak…🙂

  4. bam's says:

    Kenapa yaaaa…. ???? Ga bagus banget….

  5. ars_w says:

    aku pikir cepet aja kasus ini diselesaikan… masalahnya peraturan biar bgm ya… harus ditegakkan…
    Kita maklum dengan pihak Satpol PP qo…mereka menjalankan tugas….

  6. winner says:

    Yah..semua akan bilang itu TUGAS.. Sayang kebanyakan kita lihat dari mereka ketika menghadapi masyarakat terkadang bersikap arogan…..

    Masyarakat selalu dianggap salah.. Mungkin kita ga perlu menyalahkan SATPOL PP-nya, tp yang kita sayangkan adalah oknum2nya..
    Mereka punya pimpinan yang mengendalikan mereka, jd mengapa sebelum bertindak tidak dibicarakan bersama terlebih dahulu..
    Tp ya sudah, semua sudah terjadi.. Untuk Pemda dan aparatnya, mari sebelum bertindak lihat-lihat turun ke bawah untuk duduk bersama bagaimana jalan terbaiknya.

    Baca komentar sy sebelumnya di atas tentang komentar Wagub.. Tp kynya udah basi ya diomongin lg, udah lewat lama tuh…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: