Infotainment… Sudah Seharusnya Ditegur…

infotainmentBila mengingat kasus pada akhir tahun 2009 lalu yang melibatkan Luna Maya dengan pekerja infotainment yang tampak adalah sikap arogansi dari para pekerja infotainment terhadap tweets (komentar) dari Luna Maya di situs jejaring sosial twitter tersebut.
Kasus ini ridiculous – konyol, saat itu Luna ”curhat” dalam akun microblogging twitter-nya, @lunmay yang belakangan sudah dihapusnya….. Yang ujung-ujungnya Luna diadukan para pekerja infotainment ke kepolisian dengan tuduhan berlapis-lapis…

Pekerja infotainment ini bahkan sempat tampil berjamaah di sebuah acara bertajuk “Debat” di sebuah stasiun televisi swasta, TVOne… Lihatlah bagaimana mereka tampil ngotot mempertahankan, bahwa profesi yang mereka geluti itu syah adanya. Demikian juga salah satu pemilik production house yang juga anggota PWI Jaya – yang karena ada faktor kepentingan disana – tampak berapi-api menyatakan bahwa infotainment dan content berita serta segala ulah mereka saat memburu berita sudah memenuhi kaidah jurnalistik


Masyarakat terbelah. Bagi insan film atau komunitas yang terlibat didalamnya tampak membela mereka, bahkan ada pensiunan artis (alih profesi) yang kemudian berkiprah di panggung politik dan eksekutif (pemerintah) cenderung memberikan pernyataan yang moderat dan memanjakan sepak terjang profesi yang satu ini beserta ikutannya… Berbeda halnya dengan kelompok masyarakat lainnya, beberapa tokoh dan ormas sampai menyatakan bahwa ‘message‘ yang terkandung di dalam infotainment adalah sampah. Walau kemudian keluar pernyataan ikutan, yang lebih moderat…

Kontroversi mengenai infotainment ini tampaknya saat ini harus diakhiri. Lihatlah hasil penelitian Mulharnetti Syas, dalam disertasi doktornya – Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) – yang berjudul, “Relasi Kekuasaan dalam Budaya Industri Televisi di Indonesia (Studi Budaya Televisi pada Program Infotainment)” sangat meyakinkan kita tentang tayangan infotainment yang tidak sesuai dengan koridor jurnalistik.

Mulharnetti mengatakan, hasil disertasinya juga menyimpulkan bahwa tayangan infotainment banyak melanggar kode etik jurnalistik, karena menampilkan gosip atau isu bukan fakta yang ada.

Infotainment banyak menayangkan hal tidak sesuai dengan fakta. Padahal karya jurnalistik berdasarkan fakta dan tidak mencampurkannya dengan opini,” jelasnya.

Lebih jauh lagi ia juga menilai bahwa para pekerja infotainment tak dapat disebut sebagai wartawan, karena hasil kerjanya bukan produk jurnalistik. “Hasil kerja infotainment hanya merupakan produksi infotainment,” katanya.

Gayung bersambut. Dewan Pers mendukung rencana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merevisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau P3SPS yang mengategorikan infotainment sebagai tayangan nonfaktual.

Masyarakat banyak sebenarnya sudah lama memendam kekecewaan melihat hasil kerja ulah profesi yang satu ini, menjengkelkan dan meresahkan. Tetapi tak tahu mau mengadu kemana. Hebatnya para pekerja pada profesi yang satu ini bila ditanya menyangkut profesi mereka, selalu pintar berkilah membela mati-matian isi berita yang ditayangkan di televisi – “right or wrong is my profession“, tak kalah pintarnya berkilah seperti lagak lagu para koboy-koboy di Senayan sana…

Naaahhh…. Sekali ini rupanya DPR tak mau kalah memberikan dukungan kepada KPI. Sebuah berita kompas.com, Sabtu, 17 Juli 2010 jam 00:04 WIB dengan artikel “DPR Bersikukuh Infotainment Melanggar” dimana DPR melalui Komisi I menilai banyak program infotaintment melanggar norma agama, hukum, kesusilaan dan sosial.

Bukankah sudah seharusnya dilakukan sejak dulu. Kebiasaan di negeri kita, menunggu ada ‘korban’ dulu, baru mulai sibuk… Tak apa deh, lebih baik terlambat…

(Berbagai sumber. Foto kompas.com/Puri Yuanita)

About -dN5
Here I am........

3 Responses to Infotainment… Sudah Seharusnya Ditegur…

  1. mechin says:

    iya sich…. infotainment kayaknya ghibah deh……

  2. trix says:

    Setuju aja…..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: