Insiden HKBP, Mengapa Begitu Ya..?

Insiden HKBP CiketingMasih dalam suasana Idul Fitri 1431 H dimana masyarakat pada dasarnya sedang dalam keadaan sukacita, terjadilah insiden tepatnya kemarin pada hari Minggu, 12 September 2010 menyangkut penganiayaan terhadap dua pemuka Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Mekarjaya, Kota Bekasi. Prihatin atas peristiwa ini…

Mengapa harus terjadi? Insiden ini tentu diharapkan tidak terkait masalah sensitif menyangkut SARA, khususnya agama. Negeri kita pada dasarnya sangat menjunjung tinggi toleransi beragama, walau selalu ada kasus-kasus yang bernuansa demikian terjadi di sekitar kita.

Kejadian tersebut walau diharapkan tidak disebabkan oleh hal-hal demikian, tetapi bila dirunut benang merahnya rupanya tidak demikian yang dipersepsikan oleh sementara kalangan, apakah masyarakat kita sudah mulai luntur rasa toleransinya kepada umat beragama berbeda? Ini tentu bukan pekerjaan mudah bagi masyarakat Indonesia yang plural, beragam.


Hal ini merupakan keniscayaan – seperti yang selalu diperjuangkan oleh mendiang Gus Dur terhadap kehidupan bertoleransi pada semua agama yang hidup di negeri ini, Indonesia sudah sejak berdirinya bukanlah negara berasas pada suku tertentu saja, juga bukan pada agama tertentu saja. Tugas bersama menyadarinya, pemerintah tentu berperan disini untuk memberikan suasana kondusif tentang native negeri kita.

Insiden HKHP merupakan salah satu puncak kejadian yang berlarut dari ketidaktegasan pemerintah yang berakar dari SKB Menteri tentang Pendirian Rumah Ibadah. SKB ini terlihat mudah dalam pelaksanaannya, tetapi kenyataan yang terjadi sangat berbeda di lapangan.

Dalam kaitan dengan peristiwa ini banyak tokoh masyarakat menjadi prihatin, Presiden Yudhoyono sendiri turut menyampaikan keprihatinannya, “Mengapa saya prihatin? Karena justru kita harus senantiasa menjaga kerukunan dan hubungan baik di antara umat beragama dan kita mencegah aksi-aksi kekerasan di masyarakat…

Bahkan presiden sendiri kemudian mengeluarkan instruksi dan harapan terkait insiden ini, tetapi kita masih ingin melihat bagaimana nanti tindak lanjutnya di lapangan. Berharap tentu boleh bukan, karena ketegasan pemerintah dapat menjadi tolok ukur untuk menghindari kejadian bernuansa serupa di masa datang?

Kasus HKBP seperti yang dikutip dari situs kompas.com bermula dari permasalahan berkaitan dengan tempat ibadah bagi jemaat HKBP. Rumah yang dijadikan tempat ibadah agama itu selama 19 tahun telah diberikan oleh warga setempat.

Rupanya dengan bertambahnya jumlah jemaatnya dan kegiatan ibadah yang semakin sering, warga berubah pendirian. Persoalannya berubahnya pendirian ini bukanlah murni atas keinginan warga semata, melainkan banyak ‘angin’ yang masuk kesana – terutama sejak kebebasan berekspresi akibat dampak reformasi saat ini. Rakyat kebanyakan di negeri kita pada dasarnya memiliki sikap toleransi yang besar, tetapi entah ada agenda apa dari sekelompok masyarakat, maka terjadilah hal seperti ini… Katakanlah warga menginginkan komunitas HKBP ini pindah dan mencari tempat lain. Dimana akal sehat kita jadinya? Bagaimana bila hal yang sama terjadi pada komunitasnya sendiri? Ibadah menjadi sesuatu yang sulit, apalagi kalau sampai terbangun pola pikir komunitas itu kan ‘bukan‘ kelompok kita? Naahh…… Apakah perlu peran pemerintah? Bagaimana dengan konstitusi kita?

Saat mencari solusi itulah, sebelum ditemukan titik temu yang kemudian secara individu maupun kelompok yang berbendera ormas tertentu, ada pihak-pihak yang kurang sabar – mengingat agenda-agendanya tersebut, insiden demi insiden terjadi.

Negeri kita pantas prihatin. Persoalan kebebasan beragama dan beribadah bukanlah persoalan main-main di abad yang seharusnya lebih memikirkan hal yang lebih produktif, tetapi sebagian masyarakat kita masih ‘mau’ dibawa kepada sengketa di abad lalu. Kapan kita menjadi bangsa modern? Bangsa lain sudah memikirkan hal lain, berorientasi sains dan teknologi, kita masih mandeg pada hal-hal seperti ini.

(Diolah dari kompas.com – Insiden HKBP, Foto Kompas/Caroline Damanik)

About -dN5
Here I am........

4 Responses to Insiden HKBP, Mengapa Begitu Ya..?

  1. bam's says:

    peran pemerintah sangat penting pak…..

  2. dwi says:

    saling sabar aja kali yaa…..

  3. Pingback: Tuhan Tak Ada? « Stories From The Road… SFTR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: