WikiLeaks, Era Informasi Baru?

WikiLeaksDunia terpana… Terkaget-kaget saat situs WikiLeaks membocorkan ratusan ribu dokumen kabel milik Uwak Sam (Amerika Serikat) yang selama ini dinyatakan ‘berklasifikasi rahasia’ dengan kantor-kantor perwakilan diplomatiknya di berbagai belahan dunia.

Pemerintah negeri adikuasa ini kontan berang dengan bocornya dokumen-dokumen tersebut dan belum lagi negara-negara terkait yang ikut-ikut disebut dalam isi berita pada dokumen ramai-ramai membantah atau paling sedikit mencoba menetralisir pemberitaan situs tersebut.

Geger itu pasti. Bagaimana tidak. Dunia tampaknya bisa melihat wajah sesungguhnya dunia diplomatik negara-negara yang selama ini tampak di permukaan sepertinya bermusuhan, rupanya di belakang layar saling berkonspirasi ingin menjatuhkan negara tertentu yang dianggap mengganggu kestabilan kawasan.


Apa yang bisa katakan disini? Informasi yang tadinya hanya berseliweran di kalangan terbatas di kantor-kantor diplomatik ternyata sekarang tersebar luas dan menjadi transparan di dunia maya/internet.

Siapa pemilik sah informasi spesifik jadinya? Informasi memang menjadi sebuah kekuatan, tapi kini siapa saja bisa mengaksesnya. Tak ada lagi yang bisa memonopoli informasi dan kebenaran menurut versinya sendiri.

Seperti dikatakan sendiri oleh pendiri WikiLeaks, Julian Assange, WikiLeaks sedang menjalankan sebuah misi penting, yaitu, “Memublikasikan fakta-fakta yang perlu diketahui publik tanpa rasa takut. Masyarakat demokratis membutuhkan media yang kuat dan WikiLeaks merupakan bagian dari media,” ungkapnya dan mengutip CNN, “Media membantu dalam menjaga pemerintah untuk (tetap) jujur. WikiLeaks telah menelanjangi beberapa kebenaran tentang perang Irak dan Afganistan serta membongkar cerita tentang korupsi korporasi.

Pandangannya sendiri tentang perang Afganistan dan Irak, “Kadang-kadang, bangsa-bangsa perlu pergi berperang dan ada perang-perang yang adil. Namun, tidak ada yang lebih buruk daripada pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya tentang perang-perang itu, lalu meminta warga yang sama untuk mempertaruhkan nyawa mereka dan pajak mereka pada rangkaian kebohongan itu. Jika sebuah perang dibenarkan, maka katakan yang sebenarnya dan biarakan orang-orang memutuskan apakah akan mendukungnya.

Siapakah WikiLeaks?

Situs nonpemerintah yang diluncurkan secara resmi pada tahun 2007 berbasis di Swedia ini mengusung prinsip hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan tukar-menukar informasi. Bermula sebagai forum dialog di jejaring internet antara para aktivis dari mancanegara. Forum ini didasarkan pada prinsip saling menghormati dan tujuan lain adalah penegakan hak asasi manusia.

Mereka (para aktivis) itu berkeyakinan bahwa jalan terbaik untuk menghentikan pelanggaran adalah dengan mengungkap pelanggaran itu sendiri ke permukaan. Mereka ingin menggiring perhatian publik ke arah pelanggaran tersebut serta mendorong para pegawai pemerintah di mancanegara membocorkan bukti-bukti tentang praktik kezaliman dan ketimpangan (Musthafa Abd Rahman, Kompas, 5 Desember).

Apakah misi yang diusung oleh mereka itu salah? Tergantung. Yang jelas situs ini berhasil terutama adanya dukungan sekitar 800 sukarelawan dan puluhan ribu simpatisan. Situs ini meraih popularitas secara cepat akibat keberanian mereka dalam memuluskan misinya tersebut yang semata-mata mengungkap kebenaran yang kadang-kadang merupakan realitas yang tak bagus.

Apakah ada muatan politis didalamnya? Menurut mereka tidak, tetapi jelas berdampak politis dan transparanlah kemudian perilaku politik buruk dari pemimpin di berbagai belahan dunia.

Pembawa Cahaya?

Seorang teman yang mengikuti online chatting Julian Assange dengan beragam pembaca situs di situs guardian.co.uk 3 Desember lalu, mengatakan seperti dilansir oleh berbagai kalangan bahwa ia pantas disebut sebagai Thomas Alva Edison abad ini – pembawa terang, sebagaimana layaknya Edison menemukan lampu pijar di abad lalu. Bahkan bagi pendukungnya ia pantas mendapat penghargaan majalah Time’sMan of The Year 2010.

Benarkah begitu? Penguasa (informasi dan media) atau pemimpin politik dunia bisa saja mencoba menghadang misi pembuka aib yang dilakukan oleh situs ini, tetapi komunikasi informasi mengalami revolusi, beragam informasi mengalir cepat. Lihatlah secara kasat mata, dampak situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter, masyarakat informasi dunia juga menjadi tokoh penting dalam mengubah kedalaman informasi dan tata hubungan antar bangsa.

Bangsa kita pun pernah terkaget-kaget melihat keberanian Susno Duadji saat menjadi whistle blower (peniup peluit) membuka aib institusinya sendiri (kepolisian) dan kelihatannya kita pun layak bersiap untuk berubah, tak ada lagi yang namanya kerahasiaan. Cepat atau lambat informasi yang dianggap rahasia akan bocor ke publik, baik rahasia negara sekalipun bahkan dalam konteks lebih lokal terjadi pada lingkungan perusahaan.

Jadi, biarkan rasa kaget itu segera berhenti.

(Diolah dari berbagai sumber, Foto Wikileaks)

Artikel Terkait:
1. Pangeran Saudi Doyan Narkoba dan Pesta
2. Peran CIO di Era WikiLeaks
3. Arab dan Israel Berkolaborasi
4. Melacak Keberadaan Markas WikiLeaks …
5. Twitter dan Facebook Blokir Pendukung Wikileaks
6. Perang Sesungguhnya Baru Dimulai
7. Pendiri Wikileaks Ditahan Polisi Inggris
8. The Wikileaks Sex Files
9. “E-book” WikiLeaks Dijual di Amazon
10. SBY Ikut Pantau Wikileaks
11. OpenLeaks Jadi Saingan WikiLeaks

About -dN5
Here I am........

3 Responses to WikiLeaks, Era Informasi Baru?

  1. santy says:

    u r the man……………………………………………….

  2. trix says:

    It’s okay, we can see the truth behind…. Keep strong, dude…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: