Natal itu Tiba…..

Merry ChristmasNatal sebagaimana hari besar keagamaan lainnya sudah tidak dianggap lagi semata sebagai peristiwa religi, kehidupan di zaman serba terbuka saat ini, terjadilah ikutannya… Natal juga berkembang menjadi peristiwa budaya.

Bila pada saat Hari Raya Lebaran tiba, bangsa kita menyaksikan suatu peristiwa hebat bagaimana berbagai kalangan masyarakat penganut agama Islam berbondong-bondong mudik, suatu kejadian istimewa, dimana pelaku mudik akan mempersiapkan diri sebisanya ‘yang penting‘ pulang… Terminal-terminal pemberangkatan penuh sesak, baik terminal bus, terminal kapal (pelabuhan), terminal pesawat (bandara), mungkin juga terminal ojek…🙂

Fenomena apa yang kita lihat? Suatu peristiwa budaya yang luar biasa. Kerinduan kembali ke kampung, membersihkan diri, menyegarkan diri, baik fisik dan jiwa, setelah bertarung sepanjang tahun. Bila pemakai komputer melakukan aktivitas Ctrl-Alt-Del, dimana pelaku membersihkan beban memori di RAM (Random Access Memory) komputer, karena komputer telah melakukan mengerjakan banyak aplikasi, sehingga beban kerja menjadi berat. Naah… pada peristiwa mudik pun kita melihat nuansa yang sama, membersihkan seluruh ‘kotoran’ jiwa, pikiran, sehingga diri menjadi ‘fitri‘ kembali. Suci jiwa raga.


Natal sebuah panggilan keagamaan dimana ditandai dengan kelahiran Sang Isa, atau dikenal sebagai Jesus dalam agama Kristen, tetapi peristiwa Natal itu sendiri bukan semata-mata ‘hanya’ memperingati sebagaimana layaknya peringatan kelahiran atau hari ulang tahun yang sering kita lihat saat seseorang memperingati hari kelahirannya… Hahahaaaa…. Bukan itu! Disinilah terjadi kesalahpahaman dalam menandai peristiwa Natal…

Natal lebih kepada simbol peringatan kepada penganut Kristiani untuk menyadari semua langkah yang telah dijalani selama ini, apakah sudah pada “track“-nya, jalurnya… Pesan damai Natal sebuah pesan universal kecintaan pada Tuhan Pencipta, dan kecintaan kepada (ketakberdayaan) manusia dengan segala usahanya di dunia. Kelahiran itu hanya digunakan sebagai simbol untuk menyegarkan, kelahiran yang baru, seperti layaknya membuat jiwa kembali fitri…

Mungkin tak banyak yang mengingat bila kelahiran Sang Isa itu sendiri dalam kesengsaraan, hidup yang papa, sebagai keberpihakan kepada pihak yang lemah, yang tak berdaya…

Pohon NatalSangat kontras kemudian bila menyaksikan setiap peristiwa keagamaan, dirayakan secara berlebihan, kekuatan modal turut berperan, baik Lebaran, Natal kita akan menyaksikan kemudian tawaran menggiurkan segala pernak-pernik perayaan yang menawarkan gegap gempita, semarak pesta… Lihatlah hampir di semua pusat perbelajaan, mall.. Tawaran segala kelengkapan pesta akan menyemarakkan lantai demi lantai mal di berbagai tempat.

Hari Raya Natal dipandang sebagai sebuah momen penting tersebut, pusat perbelanjaan seperti diberi komando, mereka bak gadis cantik yang berdandan semenarik mungkin – sebagaimana layaknya gadis menanti seorang pria ganteng yang akan datang menyapa…

Berbagai ikon natal disini menjadi pengganti kelengkapan kosmetik, gincu, bedak dan lain-lain bagi sang gadis, yang dalam metafora disini adalah penggambaran pengunjung mal itu sendiri… Bahkan Sinterklas juga beserta si Piet Hitam atau si Zwarte Piet dilengkapi hiasan salju dan kereta rusa menjadi keharusan untuk dipajang di tempat-tempat yang dianggap akan menarik bagi pengunjung… Lihat pula kemegahan pohon-pohon Natal yang menjulang tinggi dengan salju-salju yang menyelimutinya, entah di Indonesia yang tak pernah datang salju, yaa…. Sekali setahun biarlah datang salju (di mal) bukan?

Bila tak membawa bekal ‘gizi’ alias duit yang cukup, menjadi pengunjung saja pun tampaknya juga pilihan bagus, karena suasana Natal yang dibangkitkan pada pusat-pusat perbelanjaan ini cukup memuaskan dahaga akan peristiwa itu sendiri…
Sebuah gambaran kultural, budaya, yang memperkaya kehidupan itu sendiri.

Selamat Hari Natal 2010………..
Hiduplah dalam Damai………

Desember 2010
—————————————————–

Artikel Terkait:
1. Kemeriahan Natal di Mall
dan kLik juga… http://vod.kompas.com/embed/JTJGZGF0YSUyRnZvZCUyRjIwMTAlMkYxMiUyRjIxJTJGMjAxMDEyMjFfZ2lhbnRfcG9wX3VwLm1wNA==
2. 50.000 Botol Bekas untuk Pohon Natal
3. Wow, Pohon Natal Berhias Emas Berlian!

About -dN5
Here I am........

5 Responses to Natal itu Tiba…..

  1. trix says:

    ‘met Natal ya…. Damai juga….

  2. ratih says:

    ‘met natal… ikutan deh…….
    salam damai….

  3. tri handayani says:

    Merry Christmas Everybody……………. God Bless..!

  4. Pingback: Ketika Sinterklas mengajak Pesta… « Hari-hariku setelah kemarin…..

  5. mechin says:

    selamat yaa…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: