PSSI.. Oohh.. PSSI… LPI datang kok ga diterima?

Karangan Bunga dukacita PSSIMalam ini Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Kongres Tahunan di Hotel Pan Pacific Nirwana Bali Resort, Tanah Lot, Bali, Jumat, 21 Januari 2011 dihadiri lebih dari 100 peserta, terdiri dari ketua atau perwakilan 33 pengurus provinsi PSSI di Tanah Air dan representasi klub-klub yang berlaga dalam naungan PSSI.

Sementara perkumpulan sepakbola yang bermain di LPI (Liga Primer Indonesia), Persebaya, PSM, Persibo, dan Persema sudah melihat gelagat penolakan kehadiran mereka oleh panitia kongres. Ketua Umum Persis Solo FX Hadi Rudiatmo mendapat kabar bahwa Pengcab PSSI Surakarta telah dibekukan oleh PSSI. Hal ini terkait dengan izin partai pembukaan Liga Primer Indonesia di Solo, 8 Januari antara Solo FC melawan Persema Malang.

Kemarin sore saya baru saja diberitahu wali kota saya bahwa surat pembekuan Pengcab PSSI Surakarta sudah turun,” ujar Rudiatmo di arena Kongres PSSI.

Acara kongres ini tertutup untuk masyarakat luas, bahkan sampai-sampai jurnalis dari berbagai kota kesulitan mengakses untuk meliput berita. Sebagai contoh saat wartawan Tempo wilayah Bali, Wayan Agus Purnomo dan beberapa rekannya berencana meminta informasi dan mengurus kartu identitas liputan di sekretariat panitia Kongres PSSI di hotel tersebut yang mereka terima justru penolakan dari petugas security hotel,


Petugas keamanan itu bilang, tidak ada pemberitahuan soal Kongres PSSI dan dia tidak memperbolehkan kami masuk,” ujar Wayan.

Mengapa PSSI terkesan menutup akses media untuk meliput kongres tersebut?

Tentu ada sesuatu barangkali yang memang masyarakat tak boleh tahu? Siapa tahu bukan? Tapi ada komentar dari Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengecam sifat penyelenggaraan Kongres PSSI tersebut,

Masa kongres ya gelap-gelapan. Ruang harus dibuka agar diikuti oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya di Gedung DPR RI.

Ia menambahkan, dengan terbuka, masyarakat bisa pula mengawasi agar persepakbolaan nasional tidak disisipi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama kepentingan politik. Taufik tak sepakat kalau sepak bola Indonesia dibebani kepentingan-kepentingan politik.

Bukannya selama ini sudah begitu pak? Bukankah PSSI selama ini memang sudah dikesankan masyarakat demikian sehingga masyarakat sudah jelas menginginkan perubahan, itu terlihat dari hasil polling kompas.com minggu lau, yang menunjukkan hasil 98% masyarakat menginginkan ketua umum organisasi olah raga yang satu ini diharapkan tahu diri dan segera lengser. Persoalannya apa mau dia?

PSSI vs LPIBahkan ketua umum ini dengan bangga meyakini PSSI sekarang sangat sukses dan itu merupakan buah dari kerja keras dia, hal ini terlihat dalam sambutannya saat membuka kongres, Nurdin Halid mengatakan pentingnya pengelolaan pemain bola usia dini di Tanah Air. Tak hanya soal pengelolaan pemain usia dini, Nurdin juga kembali mengklaim kesuksesan tim nasional Indonesia yang tampil gemilang pada Piala AFF 2010 sebagai pencapaian gemilang keberhasilannya memimpin PSSI.

Faktanya kualitas timnas Indonesia yang tampil sangat luar biasa di Piala AFF. Mereka sangat heroik dan berprestasi luar biasa. Juga lahirnya bintang-bintang baru. Sebuah fakta di depan mata kita. Mereka bukan datang secara tiba-tiba, melainkan berkat kerja keras kita semua,” ujarnya.

Nah, kalau sudah begini bagaimana? Tampaknya ia masih ingin duduk disana. Memang enak menjadi Ketua Umum PSSI, mengingat organisasi ini dapat mengangkat gengsi si penyandang jabatan termasuk kemudahan akses ke berbagai pihak di negeri ini, termasuk kepada penguasa tentunya. Rugi dong kalau mundur. Hehehe

Seorang jurnalis Harian Kompas, MH Samsul Hadi menulis di situs kompas.com hari ini, berbagai persoalan sepak bola itu mengerucut pada satu kesimpulan besar, tiadanya prestasi yang bisa dibanggakan selama kurun hampir delapan tahun di bawah Nurdin. Setelah melewati waktu sekian lama, pertanyaannya adalah apakah para insan sepak bola nasional akan bertahan dengan situasi seperti ini?

Tapi bukan PSSI namanya bila tak pintar mengutak-atik aturan dan statuta FIFA (sebagai induk sepakbola dunia), contohnya pengurus PSSI kerap mengacu pada ‘surat sakti’ Sekjen FIFA Jerome Valcke tanggal 6 Maret 2009 yang menyatakan, ”…FIFA can agree to allow PSSI’s current leadership to continue its work for the end of the present mandate which shall expire in the year 2011.

Hebatnya dengan tak ada tanggal dan bulan dalam surat tersebut itulah yang dimanfaatkan untuk mencari celah pada Pasal 41 Ayat 1 Statuta PSSI soal masa jabatan empat tahun Ketua PSSI, tidak kurang tidak lebih.

Naah…. Jangan kecewa bila Nurdin dan kawan-kawan akan bermain-main dengan semua itu, dan terpilihlah dia kembali. MH Samsul Hadi menggunakan istilah ‘kecelakaan sejarah’ bila nantinya peserta kongres manut saja bagai anak ayam dituntun induknya ke kandang. Kotek… kotek… kotek……

LPI (Liga Primer Indonesia) sebagai liga baru yang ditentang keberadaannya oleh PSSI tentu harus dapat membuktikan, bahwa liga mereka yang dipelopori oleh pengusaha kondang, Arifin Panigoro itu benar-benar profesional dan terbukti tidak menggunakan uang rakyat yang dikucurkan melalui APBD, biarlah masyarakat yang menilai. Bila perlu semua tim peserta liga super beramai-ramai pindah dan waktu akan membuktikan semuanya. Tak perlu berharap pada peserta kongres yang ada di Bali sekarang.
Cape deh

(Sumber kompas.com, Foto Kompas/Agus Susanto)

About -dN5
Here I am........

3 Responses to PSSI.. Oohh.. PSSI… LPI datang kok ga diterima?

  1. Pingback: Crop Circle, buatan manusia kok… Cape deh! « Stories From The Road… SFTR

  2. Pingback: Crop Circle, UFO dan Nurdin Halid… Cape deh! « Stories From The Road… SFTR

  3. Pingback: Crop Circle, UFO, PSSI dan Nurdin… Cape deh! « Stories From The Road… SFTR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: