Terima Kasih Itu Menyejukkan

By Budiman Hakim

Catatan: Diambil dari kutipan buku terbarunya, “si Muka Jelek

Cover buku "si Muka Jelek"Seperti biasa pagi itu saya pergi ke kantor dari rumah saya di Cibubur. Di gerbang tol Kampung Rambutan menuju ke jalan tol TB Simatupang, saya berhenti. Tidak seperti biasanya, si penjaga tol menyapa saya. Padahal biasanya, nengok ke kita pun kagak. Umumnya penjaga tol cuma nadahin tangan doang lalu menyambar uang kita tanpa mengucapkan sepatah kata.

Selamat pagi,” katanya dengan suara riang.
Selamat pagi juga,” sahut saya sambil menyerahkan uang Rp 10.000.

Sambil menunggu uang kembalian, saya menatap ke arah penjaga tol itu. Dia seorang laki-laki berkulit gelap, berusia sekitar 50 tahun. Wajahnya sama sekali nggak ganteng tapi tampak berseri-seri dengan senyum kecil gak pernah lepas dari bibirya. Saya suka ngelihat parasnya. Tipe orang yang menikmati hidup dan senantiasa bersyukur dengan apa yang dimilikinya.

Terima kasih banyak, Pak. Hati-hati, ya, mengemudi,” kata Bapak itu lagi seraya menyerahkan uang kembalian ke saya.

Sungguh sejuk perasaan ini. Cara bapak itu mengucapkan terima kasih terdengar begitu tulus keluar dari hatinya. Bukan hapalan yang diperoleh dari training perusahaannya. Saya jadi semangat mengawali hari dengan dibekali keramahan seperti itu.


———————————-

Judul Buku: Si Muka Jelek – Catatan Seorang Copywriter 2
Penulis: Budiman Hakim
Penerbit: PT Mitraguna Adikriya
Tebal buku 293 Halaman

———————————-

Budiman Hakim. Telah menulis 3 buah buku sebelum buku ini, tinggal di Jakarta. Buku ini dikerjakan secara indie, diterbitkan sendiri tanpa bantuan penerbit. Dari model cover adalah anaknya sendiri, dibantu istrinya yang menjadi fotografer dan editornya. Sedangkan yang mendesain cover dan menata isi adalah Budiman Hakim sendiri.

Isi buku ini bercerita mengenai pengalaman kehidupan sehari-hari. Dimulai dari hubungan dengan kakaknya, seorang jendral Chappy Hakim, sampai jatuh cinta untuk kedua kalinya. Salah satu kisah yang aku suka adalah jatuh cinta lagi. Jarang-jarang ada orang yang jatuh cinta lagi dengan pasangan hidupnya.

Buku ini penuh makna kehidupan. Dari hal-hal yang dialami oleh penulis, bagaimana seorang Budiman Hakim begitu terkesan dengan seorang penjaga tol yang selalu menyapa “Selamat pagi” dan mengucapkan “Terima kasih” setiap kali beliau melintas dan memasuki jalan Tol di TB Simatupang.

Membaca buku ini menjadikan kita lebih peduli terhadap hal-hal kecil di sekeliling kita, juga kejadian yang kita alami sehari-hari. Mungkin yang kita alami adalah hal yang kecil dan terlihat sepele tetapi setelah kita tulis dan rangkumkan akan menjadi kisah yang menarik untuk dibaca orang lain. Itulah yang dikisahkan Budiman Hakim, mengajak kita untuk lebih memperhatikan keseharian yang terjadi dalam kehidupan kita.

(Catatan: La Rose DjajasupenaKoki Kolom Kita http://kolomkita.detik.com).

About -dN5
Here I am........

2 Responses to Terima Kasih Itu Menyejukkan

  1. nez says:

    nice article, nice books !

  2. bam's says:

    pengen beli deh, bukunya…..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: