Massa Beringas, Gereja pun Dibakar… Kenapa?

Dalmas di TemanggungBerita terbaru hari Selasa kemarin, ada 3 gereja di Temanggung dibakar massa yang beringas. Mengapa beringas? Siapa massa yang beringas itu?

Pertanyaan yang timbul kemudian, apakah massa yang beringas ini sejenis manusia? Kelihatannya manusia, berpakaian seperti abad 16 atau 17 memakai atribut yang kelihatannya seperti sudah dipersiapkan lebih dahulu.
Bila memang benar manusia, apakah manusia ini mempunyai agama juga, kelihatannya ‘tidak’ beragama, sehingga kurang mampu memahami arti sebuah tempat beribadah bagi penganut agama yang diakui di negeri ini.

Menurut berita keberingasan itu bermula (sebagai alasan pembenar) dari kerusuhan dalam sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa paginya.


Kerusuhan membesar ke luar gedung pengadilan, massa semakin beringas gedung pengadilan menjadi sasaran lemparan batu dan amuk massa, merusak dan membakar mobil dan motor, kemudian meluas ke daerah sekitar.

Seperti dikutip dari berita situs portal kompas.com, 9 Februari 2011 (update news) Gereja Bethel Indonesia di Jalan Suyoto menjadi sasaran pertama. Mereka merusak kantin TK dan kelompok bermain Shekinah serta merusak gedung pertemuan Graha Shekinah. Empat sepeda motor dibakar.

Massa kemudian membakar gerbang Gereja Pantekosta di Indonesia yang berdekatan dengan pasar kota Temanggung.

Gereja Santo Petrus dan Paulus juga tak luput dari amuk massa. Markas Polres Temanggung juga dirusak. Ck..ck…ck…ck…ck… Apalagi yang mau diamuk niyy…?

Bila fungsi sebuah gedung gereja tidak dipahami oleh massa seperti ini, bisa jadi ini kelompok manusia komunis yang memang tidak beragama, bisa saja bukan? Bila mereka beragama, tentu perilakunya santun dan terkendali sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Tampaknya sedikitpun tidak terlihat dalam gerak-geriknya disana. Brutal dan beringas! PKI yang terkenal brutal pun – bila saat ini masih ada, barangkali keder juga melihat perilaku massa seperti ini.

Pembantaian Desa Cikeusik SerangSementara itu 2 hari sebelumnya, hari Minggu pagi jam 10.30an, 6 Februari 2011 sekitar seribuan warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyerang sebuah rumah tinggal Jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan.

Lagi-lagi massa yang jumlahnya jelas lebih banyak melakukan pembantaian, korban berjatuhan di pihak yang lebih sedikit, Jamaah Ahmadiyah hancur lebur. Korban tewas diperkirakan mencapai 6 orang.

Lagi-lagi kebrutalan tanpa memandang apa ini sesuai dengan nurani kemanusiaan, hukum positif dilanggar, tak ada lagi aturan. Beringas dan tak berperikemanusiaan. Rupanya tak ada ruang untuk menyelesaikan masalah melalui dialog. Apakah ini juga mencerminkan suatu perilaku membelakangi kesantunan beragama? Tak ada jawaban disana, siapa yang bisa menjelaskan hal ini? Beragama tentu menjaga kesantunan, panjang kesabaran. Meneladani junjungan-Nya. Tuhan nggak kemana-mana kok. Dia masih ada di sekitar kita, tak perlu berteriak-teriak, malu aah

Franz Magnis-Suseno, seorang tokoh lintas agama memberi tanggapan tentang kasus Cikeusik ini di sebuah media mengatakan, “Perbedaan kemudian bukan untuk pembenaran melakukan penyiksaan. Setiap manusia punya hak untuk hidup termasuk yang satu keyakinan dengan saya. Meski beda, tapi saya menghormati mereka. Biarkan mereka bebas dalam kesesatan.

Tuhan barangkali sudah mulai tak pede, sehingga membutuhkan manusia-manusia beringas melindungi keagungan-Nya. Paling tidak mereka berpikir, kalau nggak beringas dan berteriak-teriak, suaranya nggak akan sampai ke langit ke tujuh. Berharap Tuhan tersenyum disana.

Jangan-jangan keberingasan sudah menjadi gaya hidup di negeri ini. Pertanyaannya kemudian, apakah kita mau menjadi bangsa yang menganggap kekerasan adalah satu-satunya jalan penyelesaian?

Apakah kurang keren bila tidak beringas?

(Berbagai sumber kompas.com, Foto Kompas/Tribun Jogya/Krisna Sumargo, YouTube)

Artikel Terkait:
1. Gus Mis: Ghulam Ahmad Nabi Bayangan
2. Ahmadiyah, Sejak Datang Sudah Ditentang
3. Ahmadiyah, Islam atau Bukan?

About -dN5
Here I am........

5 Responses to Massa Beringas, Gereja pun Dibakar… Kenapa?

  1. dwi subagio says:

    seruu.. dan heboh beritanya… ! di situs blog ini belum ada yg comment yaa… ya udah aku yg perTama…

    • -dN5 says:

      hahahaaa… maless nge-comment kali pak… soaLnya klo dari sTatistik disini sehari pembacanya, khusus artikel ini bisa smpai puLuhan pembaca yang nge-kLik…🙂
      terimakaSih sudah berkunjung pak Dwi..!

  2. trix says:

    jeLas hal ini menunjukkan bangsa ini mundur peradabannya… Menyedihkan…

    Kutukan bagi mereka!

  3. nez says:

    kalau berbeda emang harus dibinasakan? kasihan deh… atau ada yang salah dalam cara pikir ?

  4. febby sahla says:

    Yang jelas masyarakat Temanggung yang saya kenal tidak demikian… Bertahun-tahun rukun berdampingan, saling tepo seliro, dan guyup rukun agawe sentosa

    Apapun bentuk kekerasan dengan alasan apapun tetap tidak ada pembenaran dan benar-benar menunjukkan Indonesia is fatherless country setelah ibu pertiwi dibuat ngenes sengenes-ngenesnya………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: