Harta Karun dan Bangkai Kapal Tua Banyuasin

harta karunSeperti biasa pagi itu Lasmijan berangkat ke areal sawah miliknya di Jalur 16 Desa Margomulyo, Kecamatan Muarasugihan, Banyuasin. Tidak ada pikiran lain terlintas di otaknya, kecuali mengurus sawah, membersihkan semak-semak liar yang tumbuh di sekitar areal persawahan yang diperolehnya saat ia mengikuti program transmigrasi pemerintah dulu. Sawah ini tak terlalu luas, tetapi juga tidak kecil, sekitar 2 ha.

Ia mencangkul atau membabat rumput liar di sana, sesekali ada suara binatang kecil maupun lalat-lalat hutan mengganggunya, hari begitu terik dan saat ia mencangkul, tung… Ia heran bunyi apa itu? Ia mencangkul tanah di dekatnya sekali lagi…. Tung… Tung… Logam besi dicangkulnya membentur seperti benda keras tetapi ia ragu, itu bukan seperti logam bunyinya, karena terkesan ada kerapuhan juga. Ia menjadi penasaran, semakin dalam dicangkulnya tanah di bawah kakinya, terus.. dan terus semakin dalam, ia menemukan sebuah guci tua…


Terlihat juga benda kerkilauan, rupanya batangan emas menyilaukan matanya, waahh… ia heran! Apakah ini benda antik? Benar adanya, beberapa benda antik dan kuno serta sejumlah benda berharga, seperti guci dan emas batangan…

Seketika rasa lapar hilang begitu saja dari benaknya, karena yang ada di pikirannya adalah rasa ingin tahu lebih dalam lagi, harta karunkah ini? Langkah kakinya bergegas, pulang. Lama ia memikirkan hal ini, apakah sebaiknya dilaporkan saja kepada aparat kelurahan setempat atau disimpannya saja terlebih dahulu, barangkali saja benda temuannya menjadi berharga sewaktu-waktu. Yang penting saat itu baginya benda tersebut menjadi miliknya dan disimpan dulu, demikian pikiran sederhananya. Entah karena ia beruntung atau ada rejeki apa, beberapa bulan kemudian kembali ia menemukan batangan emas, juga ada sekumpulan guci yang tampaknya tak terlalu mulus serta sejumlah barang yang kelihatannya berharga.

Tim penggalian Badan Arkeologi PusatSebuah desa kecil di sana, berita tak lazim seperti yang terjadi pada seorang petani transmigran cepatlah tersiar, sehingga tak heran kemudian datanglah petugas resmi pemerintah ke sana, desanya yang biasanya tak dilirik selama ini.

Dan penemuan-penemuan berikut menjadi lebih terungkap setelah kedatangan petugas Badan Arkeologi Pusat (BAP) di areal persawahan miliknya. Harta karun di dalam bangkai kapal tua yang diperkirakan peninggalan zaman Belanda ditemukan, Jumat – 15 April 2011! Hebohlah desanya, masyarakat luas berbondong-bondong ke sana untuk melihat berita ‘besar’ ini.

Tinggallah Lasmijan menunggu, apakah ada penemuan lain setelah penemuannya terdahulu. Bila saja kapal tua tersebut pun ia yang menemukannya, apakah kapal tua itu juga akan menjadi miliknya? Ah, tentu saja tidak pak, kehadiran aparat pemerintah, khususnya petugas BAP di sana sudah menafikkan dirinya. Lagi pula kalau kapal tua tentu memerlukan tempat penyimpanan lebih besar dan itu memerlukan biaya. Tak apa semoga peran Lasmijan yang terlihat kecil, tetapi berjasa dapat memberikan solusi win-win bagi kedua belah pihak.

Harapannya bila saja harta karun itu kemudian dapat dijualnya kepada pihak-pihak kolektor seni kemungkinan milyaran rupiah sudah menantinya. Semoga pak!

(Diolah dari berbagai sumber, kompas.com, tribunnews.com, Foto google.com, barunews.com)

About -dN5
Here I am........

7 Responses to Harta Karun dan Bangkai Kapal Tua Banyuasin

  1. bam's says:

    semoga saja pak Lasmijan berubah hidupnya….
    nasib orang kecil….

  2. febby sahla says:

    Indonesia kaya, seharusnya!

  3. dokterdapit says:

    paleng di pek sama yang pura2 neliti……
    Indonesia Gituch…………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: