Gianluigi Buffon became porn movie star?

Buffon with AlenaIndeed, a wife is a wonderful companion at a time when hearts aretroubled, as well as a companion in everyday life. Always a lot of joy and sorrow occur every day, so it happens to Gianluigi Buffon with his wife, Alena.

One time Alena got a chance interviewed by an Italian women’s magazine, Verrisimo, last week, well… During the interview Alena commented that her husband “look” better in bed than Siffredi.

Sifredi here means Rocco Siffredi, Italian porn star. Siffredi apparently annoyed by Alena’s comments, he responded, “He (Buffon) may be better than me in bed, but I want to see it in front of the camera. Buffon is still ‘small child’ when compared to myself. I’ll make a suggestion: when he stopped playing, he should work for me. I need a real man,” replied Siffredi sarcastically about Alena statement.

And Alena actually want to praise the mighty husband on the bed, now even Buffon who was invited to play with Siffredi, hahaa…

Of course Buffon did not respond or at least he thought it was just an interlude in the life of the their family household. He was more preoccupied with how to bring the teams home city of Turin, Juventus defended to regain “scudetto” long lost from their grasp.

Buffon has been recognized by the soccer fans around the world as one of the best goalkeepers in the world and great service in bringing Juventus won a few times the Serie A “scudetto” and brought the Italian national teams became champion in FIFA World Cup in 2006.

Of course, Juventus need him more than the (porn) film fans, perhaps? Should let Buffon who will answer it, Buffon is really the man!

———————————————————
(Source Goal, Kompas /Image happymatrimonio)

PSSI? Tak Takut Sanksi FIFA?

Logo PSSIKongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2011-2015 akhirnya berjalan deadlock. Pemimpin sidang yang juga Ketua Komite Normalisasi dengan tegas menutup kongres karena menilai jalannya sidang sudah tak kondusif. Begitu bunyi sebuah artikel di situs portal kompas.com, Jumat, 20 Mei 2011 pukul 20:45 WIB yang juga dihadiri dua perwakilan FIFA, Thierry Regenass dan Frank van Hattum.

Pemandangan tak kalah seru menyaksikannya langsung melalui layar televisi, suasana kongres tersebut sangat riuh dan terlihat kacau, terdengar suara-suara teriakan, “Bodooohh…” berulang-ulang dari salah seorang peserta kongres, rupanya teriakan-teriakan dan kisruh di dalam ruangan kongres bertempat di Hotel Sultan kemarin yang dipimpin oleh Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, dianggap sudah tidak kondusif lagi, sehingga ia memutuskan untuk segera menghentikan jalannya kongres! Tambah ramai deh!

Read more of this post

Menpora: Nurdin Halid Goodbye!

Menpora membacakan Keputusan tentang PSSIAkhirnya pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga yang disampaikan oleh Menpora Andi Malarangeng saat di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 28 Maret 2011 menyatakan secara resmi tidak lagi mengakui kepengurusan PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Pemerintah juga menghentikan pengucuran dana APBN kepada PSSI dibawah kepengurusan Nurdin Halid.

Ya sudahlah Nurdin! Jangankan pemerintah, seluruh rakyat Indonesia pun sudah capek melihat Anda, jadi segeralah berbenah dan merapikan ruang kerja di kantor PSSI di Senayan. Rakyat memang sudah tidak menginginkan Anda lagi! Terimakasih! Kira-kira begitu rekaman dari seluruh komentar yang dapat ditampung dari berbagai artikel tentang berbagai kerusuhan seputar organisasi sepakbola di negeri ini.

Negeri penggila bola, tetapi miskin prestasi. Jadi apalagi ya yang bisa digunakan sebagai argumentasi. Mundur adalah jalan satu-satunya. Tak ada lagi jalan di depan, rakyat Indonesia sudah tidak ingin Anda di sana lagi. Sooo…. Goodbye! Itu yang paling tepat, barangkali!

Read more of this post

PSSI.. Oohh.. PSSI… LPI datang kok ga diterima?

Karangan Bunga dukacita PSSIMalam ini Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Kongres Tahunan di Hotel Pan Pacific Nirwana Bali Resort, Tanah Lot, Bali, Jumat, 21 Januari 2011 dihadiri lebih dari 100 peserta, terdiri dari ketua atau perwakilan 33 pengurus provinsi PSSI di Tanah Air dan representasi klub-klub yang berlaga dalam naungan PSSI.

Sementara perkumpulan sepakbola yang bermain di LPI (Liga Primer Indonesia), Persebaya, PSM, Persibo, dan Persema sudah melihat gelagat penolakan kehadiran mereka oleh panitia kongres. Ketua Umum Persis Solo FX Hadi Rudiatmo mendapat kabar bahwa Pengcab PSSI Surakarta telah dibekukan oleh PSSI. Hal ini terkait dengan izin partai pembukaan Liga Primer Indonesia di Solo, 8 Januari antara Solo FC melawan Persema Malang.

Kemarin sore saya baru saja diberitahu wali kota saya bahwa surat pembekuan Pengcab PSSI Surakarta sudah turun,” ujar Rudiatmo di arena Kongres PSSI.

Acara kongres ini tertutup untuk masyarakat luas, bahkan sampai-sampai jurnalis dari berbagai kota kesulitan mengakses untuk meliput berita. Sebagai contoh saat wartawan Tempo wilayah Bali, Wayan Agus Purnomo dan beberapa rekannya berencana meminta informasi dan mengurus kartu identitas liputan di sekretariat panitia Kongres PSSI di hotel tersebut yang mereka terima justru penolakan dari petugas security hotel,

Read more of this post

Indonesia Ikut Piala Dunia 2010..???

FIFA World Cup 2010Aaaaaaaaaaahh…. Portal berita Kompas Online ada-ada saja…. Hehee…. Sebuah artikel jam 23.21 wib Senin, 7 Juni 2010 menulis di situs berita tersebut, bahwa Indonesia turut serta hadir dalam perhelatan akbar sepak bola dunia 2010 nanti di Afrika Selatan…

Setelah artikel tersebut di-kLik, eehh…. kirain kebiasaan PSSI yang suka menganulir keputusannya sendiri dalam sepak bola Indonesia diharapkan bisa menular ke lingkungan FIFA, tidak menjadi kenyataan… Hehee…

Contohnya keputusan ngawur di era kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI baru-baru ini, seperti diberitakan pada artikel Kompas, 5 Juni 2010, terakhir, putusan Komisi Banding PSSI yang menganulir sanksi Komisi Disiplin PSSI terhadap Persik Kediri, sehingga menimbulkan ketidakpastian hasil Liga Super yang baru berakhir kemarin.

Read more of this post

Pukuli Sampai ‘Mati’… Thierry Henry, Pecundang Terbesar…

Sebenarnya Samsuri sudah terkantuk-kantuk menonton pertandingan itu melalui layar televisi, babak play off Zona Eropa antara Perancis melawan Irlandia… Tetapi entah apa yang ada dibenaknya, tertarik melihat permainan kesebelasan antar negara Eropa ini yang bersaing mendapatkan tiket sisa untuk mengikuti ajang terakbar di dunia sepakbola – Piala Dunia Sepakbola 2010, Afrika Selatan…

Pertandingannya sendiri berlangsung menggairahkan, mengingat usaha keras Irlandia di bawah asuhan pelatih berpengalaman – Giovanni Trappatoni – yang terlihat begitu mendominasi pertandingan, dan sudah memimpin melalui goL Robbie Keane.. Sebenarnya sebagian besar penonton yakin pertandingan ini akan berakhir 1 – 0 dan akan dilanjutkan dengan tendangan penalti (pada pertandingan pertama di Stadion Hampden Park, Irlandia, Perancis yang menang 1 – 0), tetapi pada menit terakhir injury time, Perancis mendapat hadiah tendangan bebas dan sebuah tendangan ke samping kanan gawang Irlandia di sambut oleh Thierry Henry, penyerang Perancis… Disinilah malapetaka itu muncul… Henry mengontrol bola menggunakan tangan kirinya.., dan serta merta seluruh pemain bertahan (termasuk kiper Shay Givens) dari Irlandia mengangkat tangan untuk memberi tahu wasit, bahwa bola dikontrol dengan tangan, tanda terjadi handsball di kotak penalti, tampaknya wasit Martin Hansson dari Swedia tak melihat insiden itu….. Henry berlagak bodoh tetap mengoper bola ke temannya di depan gawang, William Gallas dan….. Gol…..

Read more of this post